JAEJA.ID – Suasana di halaman Kantor Bupati Luwu Timur, Kamis (30/10/2025) berubah haru. Sejumlah lansia berkumpul, menanti nama mereka dipanggil satu per satu.
Tangan mereka bergetar saat menerima kartu berwarna cokelat dan segepok uang Rp2 juta. Bukan karena nilainya besar, tapi karena perhatian itu terasa tulus.
Ini merupakan pencairan perdana Kartu Lansia, salah satu program unggulan Irwan Bachri Syam-Puspawati Husler.
Pada tahap pertama ini, sebanyak 3.000 lansia menerima manfaat dan langsung diberikan dua bulan (September dan Oktober). Pencairan berikutnya Rp1 juta per bulan.
BACA JUGA: Bupati Irwan Cetak 5 Gol, Forkopimda Hajar Apdesi Lutim 6-0
Kartu Lansia 2025 bukan hanya program sosial. Ia menjadi simbol kehadiran pemerintah bagi mereka yang telah memberi tenaga dan waktu untuk membangun daerah ini.
Wakil Ketua I DPRD Luwu Timur, Jihadin Paruge, menyebut program tersebut sebagai langkah kecil dengan makna besar. Ia melihat wajah-wajah bahagia para lansia hari itu.
“Bantuan ini bukan soal uang. Ini tentang rasa hormat dan penghargaan bagi mereka yang dulu berjasa untuk daerah kita,” ujarnya lembut.
Legislator Partai NasDem itu menegaskan, program seperti ini memperlihatkan sisi manusiawi dari pemerintahan. Bahwa keberpihakan pada yang lemah adalah ukuran sejati kepemimpinan.
BACA JUGA: Rusdi Layong: Renovasi RSUD I Lagaligo Harus Berdampak Pada Peningkatan Pelayanan
Menurutnya, ketika orang tua merasa diingat, mereka mendapatkan lebih dari sekadar bantuan. Mereka merasa dihargai, diakui, dan tidak lagi berjalan sendiri.
“Para lansia itu bukan masa lalu, mereka adalah bagian dari kisah kita. Kartu ini adalah ucapan terima kasih dari generasi penerus,” tambah politikus yang karib disapa Lau Jiha itu.
Lau Jiha berharap program ini tak berhenti di satu tahap saja. Ia ingin setiap lansia di pelosok Luwu Timur bisa merasakan hal yang sama.
DPRD, katanya, akan terus mendukung program yang menumbuhkan empati dan keadilan sosial. Ia percaya, kebijakan yang baik selalu lahir dari hati yang peduli.



