JAEJA.ID – Perslutim Luwu Timur mengawali kiprahnya di kualifikasi Porprov XVIII Sulsel dengan cukup baik.
Pada laga perdana Grup B melawan tuan rumah Luwu Utara, Perslutim sukses mendulang satu poin setelah bermain imbang 1-1.
Pertandingan Luwu Utara vs Luwu Timur berlangsung seru di Lapangan Mappedeceng, Masamba, Sabtu (19/7) sore.
Sayangnya kepemimpinan wasit Jumardi asal Jeneponto,
yang terlihat memihak ke tuan rumah, sedikit mengubah jalannya laga.
Baru 10 menit laga berjalan, kapten Perslutim, Arki Ryansyah mendapat kartu kuning kedua alias kartu merah karena dianggap melakukan protes keras.
Sebelumnya, Arki mendapat kartu kuning pertama juga karena memprotes wasit.
Kepada wasit, Arki mengatakan dirinya adalah kapten tim sehingga berhak mengajukan protes di lapangan.
Setelah insiden Arki mendapat kartu merah, wasit Jumardi masih acap kali membuat keputusan kontroversial.
Sementara Luwu Utara yang unggul jumlah pemain belum bisa menjebol gawang Perslutim yang dikawal Fauzan.
Selepas jeda, pelatih Perslutim Ismail Islam membuat perubahan strategi dengan memainkan Farel sebagai false nine, tanpa bomber utama.
Sementara Ridwan digantikan Aril yang biasa bermain sebagai striker diplot jadi winger kanan.
Meski demikian, Laskar Batara Guru tetap mampu menekan pertahanan lawan di awal babak kedua.
Pada pertengahan babak kedua, sebuah pelanggaran di depan kotak penalti Perslutim dimanfaatkan pemain Luwu Utara untuk unggul 1-0.
Dalam keadaan tertinggal dan kalah jumlah pemain, Farel ‘Kaka’ Algibran cum suis tetap mendominasi jalannya laga.
Akhirnya pada menit ke-86, Perslutim sukses menyamakan skor menjadi 1-1.
Dari situasi sepak pojok, tendangan Rustam melengkung indah menjebol gawang Luwu Utara.
Skor sama kuat ini bertahan hingga laga usai. Kedua tim harus puas berbagi angka.
Dengan koleksi satu poin, Perslutim bisa mengamankan tiket lolos ke Porprov XVIII jika menang lawan Palopo.
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam yang juga hadir menontin di tribun utama Lapangan Mappedeceng mengaku puas dengan performa anak asuh Ismail Islam.



