JAEJA.ID – Duka mendalam menyelimuti warga Sorowako Luwu Timur, khususnya di Jalan Tambeha dan Jalan Manara akibat kebakaran hebat, Rabu 27 Agustus 2025.
Salah satu korban, Ivon (45 tahun) menceritakan bagaimana ganasnya Si Jago Merah melalap puluhan rumah di dekat Dermaga Sorowako itu.
Ibu empat anak itu mengaku tengah duduk-duduk di depan rumahnya saat kebakaran terjadi.
“Tiba-tiba anak tetangga saya teriak histeris mengaku rumahnya kebakaran,” kata Ivon kepada Jaeja.id Rabu malam.
Ivon bersama warga lainnya bergegas berusaha memadamkan api dengan alat seadanya.
Namun api terus membesar. Ivon panik, teringat anaknya yang tengah tidur di kamar.
“Api tambah besar jadi saya ke rumah bangunkan anak. Lalu mengambil berkas penting untuk diselamatkan,” lanjutnya.
Suami Ivon, Daud yang merupakan karyawan perusahaan kontraktor di PT Vale Indonesia sedang kerja saat kebakaran terjadi.
“Saya dikabari bos, kalau rumah saya terbakar. Lalu menghubungi istri, ternyata semua sudah terbakar. Hanya pakaian di badan dan berkas penting ini yang bisa kami selamatkan,” kata Daud.
Daud bersama keluarga kini hanya bisa pasrah menerima kenyataan, rumah beserta isinya ludes terbakar. Mereka kini tinggal di pengungsian (dermaga) dan hanya berharap bantuan dari dermawan untuk makan dan pakaian.
“Saya bersyukur karena semua keluarga selamat. Termasuk ibu saya yang kebetulan pulang ke Wawondula saat kejadian,’ ucapnya.
Kebakaran pada Rabu siang itu terjadi sekitar pukul 13.30 WITA. Api baru bisa dijinakkan setelah tiga jam petugas Damkar berjibaku memadamkan api.
Diketahui kebakaran ini menyebabkan 48 rumah rata dengan tanah. Sebanyak 115 kepala keluarga atau total 404 jiwa jadi korban bencana kebakaran ini.
Sebagian besar korban mengungsi di tenda pengungsian yang disiapkan Pemkab Luwu Timur dan sejumlah relawan dan perusahaan. Selain itu ada yang mengungsi di rumah keluarga, masjid dan gereja. (kin)



