JAEJA.ID – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Luwu Timur menyoroti pentingnya regulasi riset daerah saat menyampaikan pandangan akhir dalam sidang paripurna pada Jumat 21 November 2025.
Juru bicara fraksi, Ambrosius Baroallo, mengatakan bahwa daerah memerlukan dasar ilmiah yang kuat agar pembangunan berjalan lebih terarah.
“Riset harus menjadi fondasi utama sebelum pemerintah menetapkan program strategis,” kata Ambrosius membacakan pandangan Fraksi PDIP.
Ambrosius menjelaskan bahwa daerah memiliki banyak sektor yang membutuhkan kajian mendalam, mulai dari pertanian hingga pengelolaan wilayah pascatambang.
Ia menyebut bahwa tanpa penelitian yang memadai, potensi lokal sulit berkembang secara optimal.
Menurutnya, kebijakan berbasis data akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih stabil.
Fraksi PDIP juga menekankan perlunya kolaborasi luas antara pemerintah daerah dan pihak eksternal.
Ambrosius menyebut perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan dunia usaha sebagai mitra yang harus terlibat aktif.
“Kerja sama ini bisa menjadi pondasi bagi ekosistem inovasi yang berkelanjutan,” lanjutnya.
Selain membahas Ranperda riset, fraksi PDIP ikut memberikan pandangan terhadap empat Ranperda lain yang dibahas dalam sidang paripurna.
Mereka menyoroti pentingnya transparansi, pengelolaan anggaran yang berhati-hati, serta sinkronisasi regulasi desa dengan aturan nasional.
Meski memberi beberapa catatan korektif, fraksi PDIP menyatakan menerima seluruh Ranperda untuk ditetapkan.(kin)



