JAEJA.id – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mulai menjalankan program Puspaga Go To School untuk memperkuat perlindungan anak di lingkungan pendidikan.
Program tersebut menyasar 30 sekolah yang terdiri dari tingkat SD, SMP, dan SMA di berbagai wilayah Luwu Timur.
Kegiatan perdana digelar di SD 146 Maleku dan SD 147 Wonorejo. Sosialisasi kemudian berlanjut ke SD 210 Maliwowo dan SD 211 Tawakua, Selasa (26/05/2026).
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Luwu Timur, Masdin, menegaskan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi seluruh peserta didik.
“Sekolah harus menjadi tempat kedua setelah rumah yang mendukung tumbuh kembang anak. Tidak boleh ada kekerasan, perundungan, maupun diskriminasi,” tegas Masdin.
Melalui program ini, siswa diberikan pemahaman mengenai hak-hak anak, pentingnya menjaga hubungan pertemanan yang sehat, serta langkah yang dapat dilakukan ketika mengalami atau menyaksikan tindakan kekerasan.
Kepala Bidang Kesetaraan Gender dan Perlindungan Perempuan dan Anak, Ramlah Muhammad Djono, menjelaskan materi disusun sesuai jenjang pendidikan agar mudah dipahami peserta.
“Untuk tingkat SD, fokus diberikan pada pengenalan hak anak, etika pertemanan, serta cara melapor jika mengalami kekerasan,” ujar Ramlah.
Metode pembelajaran dilakukan secara interaktif melalui diskusi, simulasi, dan konsultasi singkat.
Program ini mendapat dukungan dari pihak sekolah karena dinilai membantu meningkatkan kesadaran perlindungan anak sekaligus memperkuat peran guru dalam mendeteksi potensi kekerasan sejak dini.(*)



