JAEJA.id – HUT Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) ke-46 yang digelar di Trans Studio Mall Makassar, 9–11 Juli 2026, jadi momen istimewa bagi pengrajin Luwu Timur.
Momen yang membuka harapan baru bagi pengrajin Luwu Timur yang selama ini tekun berkarya untuk menembus pasar global.
Di sela aktivitas Trans Studio Mall Makassar, desainer interior asal Jepang, Yukako Akashi, berdiskusi bersama Kepala Bidang Perindustrian Disdagkop-UKMP Luwu Timur, Nirmalasari.
Percakapan mereka berfokus membangun kolaborasi yang mampu meningkatkan kualitas, desain, sekaligus pemasaran produk kriya khas daerah.
“Kerajinan Luwu Timur memiliki identitas yang kuat sehingga layak diperkenalkan kepada pasar yang lebih luas,” kata Yukako Akashi.
Kolaborasi untuk Nilai Tambah Produk
Luwu Timur selama ini dikenal memiliki beragam kerajinan berbahan kayu dan tanah liat yang dikerjakan para perajin lokal.
Keunikan tersebut dinilai menyimpan peluang besar apabila dipadukan sentuhan desain modern tanpa menghilangkan nilai budaya setempat.
Menurut Yukako, proses kurasi produk menjadi langkah penting agar hasil karya mampu menjawab kebutuhan pasar gaya hidup masa kini.
Pendekatan tersebut juga dapat meningkatkan daya saing produk ketika bersaing pada pasar nasional maupun internasional.
Nirmalasari menyambut baik peluang kerja sama tersebut karena diyakini membuka ruang pembelajaran bagi para pengrajin daerah.
“Kolaborasi semacam ini diharapkan menghadirkan inovasi pada pengolahan material, penyempurnaan desain, hingga strategi pemasaran yang lebih efektif,” kata Nirmalasari.
Membuka Jalan ke Pasar Internasional
Yukako Akashi bukan sosok asing dalam pengembangan industri kreatif Indonesia karena telah bertahun-tahun mendampingi berbagai komunitas perajin.
Melalui PT Tiyasa Indonesia Sejahtera, ia terus mendorong produk lokal memiliki nilai estetika tinggi sekaligus diminati konsumen global.
Selain mengembangkan jenama kriya, Yukako juga aktif menjadi kurator dan narasumber pada berbagai kegiatan Dewan Kerajinan Nasional.


