JAEJA.ID – Kehadiran sejumlah perusahaan yang bergerak di industri tambang di Luwu Timur jadi peluang untuk menggerakkan sektor lain.
Dalam hal ini potensi sektor pertanian dan peternakan yang bisa mendukung pertumbuhan industri tambang di Lutim.
Untuk itu, Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam meminta para kepala desa kreatif menyambut kehadiran industri tambang ini dengan memunculkan potensi daerahnya masing-masing.
Ibas mencontohkan rencana pengoperasian PT Indonesia Hauli Industry Park (PT IHIP) di Desa Harapan, Kecamatan Malili, Luwu Timur.
BACA JUGA: Wakil Bupati Luwu Timur Sidak DPK, Pastikan Fasilitas Perpustakaan Optimal di Bulan Ramadan
PT IHIP adalah perusahaan yang bergerak di sektor industri pemurnian nikel (smelter) merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).
Sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2023.
Lokasi PT IHIP berada di Kabupaten Luwu Timur Provinsi Sulawesi Selatan tepatnya di Desa Harapan dan sekitarnya.
Pemkab Luwu Timur sendiri sudah menyampaikan surat permohonan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) kepeda Kementerian Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Surat dengan nomor : 600/0183/BUP tanggal 30 Agustus 2024 itu berisi Permohonan Rekomendasi KKPR Kawasan Industri seluas 978,245 hektare sesuai permintaan PT IHIP.
BACA JUGA: Ternyata Ini Motivasi Bupati Ibas Wajibkan ASN Salat Berjamaah di Masjid
PT IHIP Pekerjakan 80 Ribu Karyawan
Jika PT IHIP ini beroperasi maka akan menampung sekitar 70-80 ribu tenaga kerja.
Menurut Ibas, rencana ini harus secepatnya mendapat respon dari para kepala desa dengan menyiapkan potensi daerah yang dimiliki.
Seperti dari sektor pertanian dan peternakan untuk mendukung operasional perusahaan tersebut.
“Tentu mereka akan butuh beras, telur, daging, ayam dan sebagainya untuk karyawannya. Maka kita bisa ambil bagian sebagai pemasoknya,” kata Ibas, Kamis 6 Maret 2025.
Mantan Wakil Bupati Luwu Timur ini tidak ingin berbagai komoditas kebutuhan perusahaan itu justru disuplai petani atau peternak dari luar Lutim.



