5. Lapan A3
Satelit Lapan A3 diluncurkan pada 22 Juni 2016 oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dari Sriharikota, India. Satelit ini merupakan hasil kerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) dan berfungsi untuk memantau sumber daya pangan, termasuk identifikasi lahan dan pemantauan lingkungan. Satelit dengan berat 115 kilogram ini juga mendukung program pemerintah di sektor maritim.
6. BRISAT
BRISAT adalah satelit milik PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) yang diluncurkan pada 18 Juni 2016. BRI menginvestasikan sekitar US$250 juta untuk satelit ini, yang setara dengan Rp3,375 triliun. BRISAT memiliki 45 transponder, di mana 4 transponder diserahkan kepada pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika. Satelit ini didesain untuk mendukung layanan perbankan digital BRI di seluruh Indonesia.
7. Lapan A2 (IO-86)
Lapan A2, atau dikenal sebagai LAPAN-ORARI (IO-86), diluncurkan pada 28 September 2015. Satelit ini mengorbit secara ekuatorial dan melintasi wilayah Indonesia sebanyak 14 kali sehari, dengan waktu melintas sekitar 12 menit setiap kali. Lapan A2 memiliki peran penting dalam memantau wilayah Indonesia dan membantu dalam berbagai program riset.
Dengan hanya 7 satelit yang tersisa, Indonesia terus mengembangkan teknologi antariksa untuk mendukung kebutuhan telekomunikasi dan pemantauan sumber daya alam, khususnya di wilayah-wilayah terpencil dan strategis.



