JAEJA.ID – Angka kemiskinan di Luwu Timur tercatat menurun berdasarkan rilis BPS per 20 Oktober 2025, namun kenaikan biaya hidup menjadi tantangan baru bagi masyarakat.
Data BPS menunjukkan jumlah penduduk miskin pada Maret 2025 turun menjadi 18,55 ribu jiwa atau 5,79 persen.
Meski demikian, harga kebutuhan pokok, transportasi, dan layanan dasar makin menekan kelompok berpenghasilan rendah.
Anggota DPRD Luwu Timur, Rusdi Layong, meminta pemerintah tidak bersandar pada capaian statistik semata.
“Penurunan kemiskinan itu kabar baik, tetapi fakta bahwa biaya hidup meningkat tidak boleh diabaikan,” ujar Legislator Partai Gelora itu, Rabu 19 November 2025.
Rusdi menyoroti kenaikan garis kemiskinan menjadi Rp469.563 per kapita per bulan, yang menandakan beban pengeluaran masyarakat bertambah.
Rusdi menegaskan DPRD akan terus mendorong kebijakan yang menyasar kelompok rentan.
Menurutnya, capaian statistik bukan akhir, melainkan awal untuk memastikan kesejahteraan benar-benar terasa.(kin)



