JAEJA.ID — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Luwu Timur menggelar Sosialisasi Pendidikan Politik bagi masyarakat dengan tema “Demokrasi dan Partisipasi Masyarakat Membangun Masa Depan Luwu Timur yang Lebih Maju dan Sejahtera”, Senin (1/12/2025). Kegiatan berlangsung di Aula Kesbangpol dan dibuka oleh Pj. Sekretaris Daerah Luwu Timur, Ramadhan Pirade, mewakili Bupati.
Acara ini dihadiri berbagai unsur, mulai dari TP PKK Lutim, DWP Lutim, perwakilan SMA/MA, hingga jajaran pemateri yang terdiri dari Wakil Ketua II DPRD Lutim, Hj. Harisah Suharjo; Kepala Kesbangpol, Salam Latief; Ketua KPU Lutim, Irfan Lahabu; serta perwakilan Bawaslu, Zulkifli.
Dalam sambutannya, Ramadhan Pirade menegaskan bahwa pendidikan politik merupakan kebutuhan mendesak untuk memperkuat kualitas demokrasi di tingkat lokal. Ia menilai, pemahaman politik masyarakat—khususnya generasi muda—akan menentukan arah pembangunan daerah ke depan.
“Melalui kegiatan ini, saya berharap masyarakat, terutama generasi muda, dapat memahami perannya sebagai subjek demokrasi, bukan hanya penonton,” ujar Ramadhan.
Dari sisi legislatif, Wakil Ketua II DPRD Lutim, Hj. Harisah Suharjo menegaskan bahwa demokrasi tidak akan berjalan tanpa partisipasi aktif masyarakat. Menurutnya, suara rakyat bukan hanya diperlukan saat pemilu, tetapi juga dalam mengawal kebijakan yang memengaruhi kehidupan sehari-hari.
“Partisipasi masyarakat adalah kunci. Tanpa itu, demokrasi akan kehilangan ruhnya,” tegas Harisah saat memaparkan materi.
Kepala Kesbangpol Lutim, Salam Latief, menambahkan bahwa sosialisasi ini menjadi langkah strategis dalam menyongsong agenda demokrasi di daerah, sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memilah informasi politik yang sehat dan bertanggung jawab.
“Kami berharap kegiatan ini dapat membentuk masyarakat yang sadar politik, kritis, dan memahami hak serta kewajibannya sebagai warga negara,” ujar Salam Latief.
Melalui kegiatan ini, Kesbangpol Lutim berharap tumbuhnya generasi pemilih yang lebih cerdas, serta masyarakat yang mampu berpartisipasi aktif dalam setiap proses demokrasi, sehingga pembangunan daerah dapat berjalan lebih efektif dan inklusif.



