JAEJA.id – Pabrik pupuk organik di Luwu Timur yang rencananya mulai tahap pembangunan pada awal tahun 2026, memiliki kapasitas produksi cukup besar.
Investor PT Dana Daya Sejahtera (DDS) menargetkan produksi awal mencapai 15 ton pupuk organik per hari.
Jika beroperasi selama 26 hari produksi, total kapasitas bulanan diperkirakan mencapai 390 ton.
Angka tersebut dinilai cukup untuk menopang kebutuhan pupuk petani lokal secara bertahap.
Direktur sekaligus investor PT DDS, Ni Wayan Sritini, menyebut kapasitas awal dirancang realistis dan berkelanjutan.
BACA JUGA: Hanya 2 Gagal, Ini Daftar 30 Cabor Wakil Lutim Lolos Porprov Sulsel 2026
“Kami tidak langsung besar, tapi fokus pada kualitas dan serapan pasar,” ujarnya.
Produksi akan ditingkatkan jika kebutuhan pupuk organik di Luwu Timur terus bertambah.
Penambahan kapasitas juga akan diikuti peningkatan nilai investasi secara bertahap.
Pabrik ini akan memanfaatkan limbah organik lokal sebagai bahan baku utama.
Bahan tersebut meliputi sekam padi, sisa tanaman, pelepah sawit, dan sampah rumah tangga non-plastik.
Teknologi Nutrinow berbasis bioteknologi pico digunakan untuk mempercepat pemulihan struktur tanah.
Teknologi ini diklaim efektif bahkan pada lahan yang sebelumnya tercemar bahan kimia.
BACA JUGA: Kelompraga Pramuka Lutim 2025 Berakhir, SDN Malili dan Mahalona Juara Umum
Lokasi pabrik direncanakan berada di Desa Kanawatu, Kecamatan Wotu, di atas lahan sekitar 1,5 hektare.
Proyek ini diproyeksikan menyerap lebih dari 20 tenaga kerja lokal pada fase awal produksi.
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menyatakan kesiapan mendukung kelancaran perizinan dan operasional pabrik.
Pembangunan fisik ditargetkan dimulai awal 2026 setelah seluruh administrasi rampung.(kin)



