JAEJA.id – Organisasi Perempuan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Luwu Timur tampil berbeda saat mengikuti devile penutupan Pekan Olahraga Seni dan Pembelajaran (Porsenijar), di Lapangan Ini Aku, Sorowako, Senin (19/01/2026).
Penampilan mereka mencuri perhatian peserta dan penonton karena mengusung konsep busana yang anggun dan kompak.
Dalam devile tersebut, para perempuan PGRI Lutim mengenakan busana bernuansa khas wanita dengan dominasi warna pink.
Langkah mereka yang rapi dan penuh percaya diri menambah semarak suasana penutupan Porsenijar I PGRI Luwu Timur yang digelar meriah.
Tak sedikit peserta lain yang mengabadikan momen tersebut karena dinilai berbeda dari devile-devile sebelumnya.
Mereka juga tampil begitu bersemangat dan kompak saat menampilkan aksi yel-yel di depan dewan juri.
Ketua Perempuan PGRI Luwu Timur, Rani Rais mengatakan penampilan ini merupakan bentuk ekspresi sekaligus pesan kebersamaan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa guru perempuan tidak hanya berperan di ruang kelas, tetapi juga mampu tampil, berkarya, dan menjaga marwah perempuan PGRI,” ujar Rani.
Pada Porsenijar PGRI Luwu Timur yang berlangsung selama tiga hari, Perempuan PGRI juga berpartisipasi pada sejumlah cabang yang dipertandingkan.
Ketua PGRI Luwu Timur, Sunarto juga mengapresiasi penampilan tersebut.
Ia menilai kreativitas perempuan PGRI menjadi energi positif bagi kegiatan Porsenijar tahun ini.
“Penampilan mereka luar biasa. Ini menunjukkan semangat kebersamaan, kekompakan, dan kreativitas guru-guru kita, khususnya kaum perempuan,” katanya.
Porsenijar PGRI Luwu Timur sendiri menjadi ajang silaturahmi sekaligus unjuk bakat guru dalam bidang olahraga, seni, dan pembelajaran.
Para guru dari 11 pengurus cabang (kecamatan) di Luwu Timur ambil bagian di ajang ini. PC PGRI Kecamatan Malili keluar sebagai juara umum dengan raihan empat medali emas.(kin)



