Mitra perbankan juga menyoroti pentingnya integrasi ESG dalam struktur pembiayaan.
Harapman Kasan, Direktur Wholesale Banking UOB Indonesia, menyebut pembiayaan ini relevan untuk mendukung transformasi industri dan memperkuat peran Indonesia dalam transisi energi global.
Mike Zhang dari DBS menambahkan bahwa sektor pertambangan memegang peran kunci dalam memastikan transisi energi berjalan bertanggung jawab.
Ken Matsuo dari Bank Mizuho Indonesia menyampaikan, oversubscription transaksi menunjukkan kepercayaan kuat terhadap model bisnis PT Vale dan pentingnya integrasi ESG.
Pendanaan ini akan dialokasikan pada 2026: sekitar 50% untuk proyek IGP Pomalaa, 30% untuk IGP Morowali, dan 20% untuk IGP Sorowako Limonite, serta pada 2027 untuk kelanjutan proyek dan hak partisipasi joint venture.
Melalui fasilitas SLL ini, PT Vale memperkuat posisi sebagai pemain pertambangan yang fokus pada pertumbuhan bisnis, keberlanjutan lingkungan, tanggung jawab sosial, dan tata kelola perusahaan (ESG), mendukung masa depan energi bersih dan berkelanjutan.(*)


