Perusahaan terus mendorong peningkatan jumlah perempuan, terutama di posisi kepemimpinan.
Salah satu langkah konkret adalah membangun jalur pengembangan karier yang jelas bagi perempuan, termasuk melalui kerja sama dengan institusi pendidikan untuk memperkuat pipeline talenta perempuan di masa depan.
Selain itu, perusahaan juga membentuk komunitas internal bernama Vale Women Network.
Komunitas ini menjadi wadah bagi pekerja perempuan untuk saling berbagi pengalaman, memperkuat kapasitas, dan meningkatkan keterlibatan dalam organisasi.
Momentum Hari Kartini juga dimanfaatkan sebagai refleksi sekaligus penguatan komitmen.
Bagi PT Vale, peringatan tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi pengingat akan pentingnya kesetaraan dalam membangun masa depan industri.
“Perempuan bukan hanya bagian dari tenaga kerja, tetapi juga agen perubahan. Kami ingin mereka berani mengambil peran strategis dan menjadi pemimpin masa depan,” ungkap Vanda.
Ia juga menyampaikan pesan bagi perempuan Indonesia yang ingin berkarier di sektor pertambangan agar tidak ragu untuk mencoba.
“Industri ini terbuka bagi siapa saja yang memiliki kompetensi dan semangat belajar. Jangan batasi diri dengan stereotip. Terus kembangkan kemampuan dan percaya pada potensi diri,” tutupnya.
Transformasi yang dilakukan PT Vale menunjukkan bahwa industri tambang tidak lagi eksklusif bagi satu gender.
Dengan pendekatan yang inklusif dan berkelanjutan, masa depan industri ini justru semakin terbuka bagi siapa saja yang siap berkontribusi.
Perjalanan menuju kesetaraan memang belum selesai, tetapi langkah yang telah diambil menjadi fondasi penting bagi perubahan yang lebih besar di masa mendatang.(*)



