“Ikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh, agar kita bisa mendidik anak-anak yang tidak hanya berilmu, tapi juga berkarakter,” tegas Sunarto.
Tema besar yang diangkat mencerminkan kebutuhan mendesak dunia pendidikan saat ini, yakni menyiapkan generasi yang mampu bertahan di tengah tantangan era revolusi industri 5.0.
PGRI Dorong Profesionalisme Guru
Ketua PGRI Sulawesi Selatan, Prof Hasnawi Haris, menambahkan bahwa PGRI memiliki pandangan universal yang sama di mana pun berada.
Menurutnya, organisasi ini terus berupaya meningkatkan profesionalisme, perlindungan, serta kesejahteraan guru.
“Di mana pun PGRI berada, fokusnya tetap sama, bagaimana meningkatkan profesionalisme, perlindungan, dan kesejahteraan guru,” ujarnya.
Pernyataan ini menjadi penegasan bahwa kualitas pendidikan tidak bisa dilepaskan dari kondisi para tenaga pendidiknya.
Unifah Pilih Lutim, Bukan Madrid
Sementara itu, Ketua Umum PB PGRI, Prof Unifah Rosyidi, mengungkapkan fakta menarik di balik kehadirannya di Luwu Timur.
“Seharusnya saya ada di Madrid (Spanyol) hari ini, tapi saya memilih ke Luwu Timur,” katanya.
Ia juga mengaku terkesan dengan sambutan dan komitmen pemerintah daerah terhadap pendidikan.
“Lebih seru lagi ketemu pak bupatinya, ternyata asyik sekali,” ucapnya dengan nada santai.
Menurut Unifah, Luwu Timur memiliki potensi besar karena didukung oleh sumber daya alam dan sumber daya manusia.
“Di sini lengkap, SDA ada, SDM juga ada. Maka sangat tepat kalau perhatian ke guru menjadi prioritas. Dari situ akan lahir kota masa depan,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa PGRI telah menjalin kerja sama dengan Kapolri untuk memberikan perlindungan hukum bagi guru.
“Kami tidak ingin guru berhadapan dengan proses hukum yang panjang. Harus ada perlindungan, baik melalui aturan maupun pendekatan kearifan lokal,” tambahnya.(kin)



