Lebih lanjut, ia menilai wilayah Luwu Raya memang memiliki peluang besar untuk menjadi tuan rumah Porprov ke-19 tahun 2030.
Selain faktor pemerataan pembangunan olahraga, kesiapan daerah juga menjadi pertimbangan utama.
“Memang sudah gilirannya wilayah Luwu Raya. Selatan-selatan (Sinja-Bulukumba) sudah tahun 2022 lalu, tahun ini Bosowa (Bone-Wajo). Jadi sudah pas kalau Luwu Timur untuk Porprov selanjutnya,” kata Chalid.
Sementara itu, Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Luwu Timur, Aini Endis Enrika, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mempersiapkan seluruh kebutuhan penyelenggaraan Porprov apabila dipercaya menjadi tuan rumah.
Menurutnya, berbagai pembenahan terus dilakukan, mulai dari sarana dan prasarana olahraga hingga aspek pendukung lainnya seperti aksesibilitas, kenyamanan, dan keamanan bagi atlet maupun tamu yang akan datang.
“Kami terus membenahi sarana dan prasarana, termasuk aksesibilitas, kenyamanan, dan keamanan agar Luwu Timur semakin siap menjadi tuan rumah,”* kata Aini Endis.
Ia juga berharap mendapatkan arahan dan masukan dari KONI Sulsel selama proses persiapan berlangsung.
“Kami mohon arahan dan bimbingan agar Luwu Timur lebih siap menjadi tuan rumah Porprov Sulawesi Selatan,” tambahnya.
Apabila ditetapkan secara resmi, Luwu Timur akan menjadi pusat perhatian dunia olahraga Sulawesi Selatan.
Sebab ini untuk pertama kalinya daerah di Luwu Raya jadi tuan rumah porprov dalam tiga dekade terakhir.
Selain menjadi ajang kompetisi, Porprov juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, hingga usaha mikro yang melibatkan masyarakat setempat.
Dengan dukungan pemerintah daerah, KONI, serta seluruh cabang olahraga, peluang Luwu Timur menjadi tuan rumah Porprov Sulsel dinilai semakin terbuka lebar.
Keputusan final kini menunggu hasil rapat kerja KONI Sulsel dan penetapan resmi dari Gubernur Sulawesi Selatan.(kin)



