Sementara itu, sampah anorganik yang masih memiliki nilai guna disalurkan melalui bank sampah dan Badan Usaha Milik Desa.
Perusahaan mencatat donasi sampah terpilah mencapai empat ton setiap tahun untuk mendukung pengelolaan berkelanjutan tersebut.
Komitmen Menuju Target Nol Sampah
Presiden Direktur PT Vale Indonesia Bernardus Irmanto mengatakan bahwa program yang dipamerkan merupakan praktik nyata dari Sorowako.
“Apa yang kami bawa ke Jakarta bukan sekadar konsep, melainkan praktik yang sudah berjalan dan dirasakan manfaatnya,” kata Bernardus.
Ia menjelaskan bahwa sistem tersebut menghubungkan karyawan, masyarakat, dan pemerintah daerah dalam satu ekosistem pengelolaan sampah.
Menurutnya, perusahaan pertambangan memiliki tanggung jawab untuk ikut menghadirkan solusi atas berbagai tantangan lingkungan.
“Kami percaya perusahaan tambang bisa dan harus menjadi bagian dari solusi lingkungan, dan ini adalah bukti kami,” ujar Bernardus.
Partisipasi PT Vale pada Invirotech 2026 juga sejalan dengan agenda Indonesia ASRI serta visi Indonesia Emas 2045.
Perusahaan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat praktik keberlanjutan dengan target mencapai nol sampah menuju tempat pemrosesan akhir pada tahun 2050.(*/kin)


