JAEJA.id – Warga Wotu khususnya yang kerap beraktivitas di sekitar RSUD I La Galigo, Kabupaten Luwu Timur resah akibat ulah sejumlah sopir truk.
Pasalnya, truk-truk itu terlihat bebas melintas di Jalan Sangkuruwira (akses ke RSUD I La Galigo).
Padahal jalan tersebut tidak diperuntukkan bagi truk atau kendaraan roda enam ke atas.
“Saya heran, kenapa truk bebas masuk ke sini (Jalan Sangkuruwira). Padahal (jalan) ini kan larangan buat truk,” kata Jafar, salah seorang warga Wotu.
Menurut Jafar, ulah sopir yang ngeyel masuk ke Jalan Sangkuruwira kerap membuat kemacetan parah.
“Apalagi kalau hari pasar (Pasar Wotu) pak, sering macet di sini,” lanjutnya.
Selain menyebabkan kemacetan, melintasnya truk ke jalan tersebut juga membuat warga atau pengunjung rumah sakit jadi terganggu.
“Jalannya juga cepat rusak karena truk dengan tonase berat kerap melintas. Mohon perhatian pemerintah,” pinta Jafar.
Respons Dishub Lutim
Kepala Dinas Perhubungan Luwu Timur, Syahmuddin yang dikonfirmasi mengaku akan menindaklanjuti keluhan warga itu.
Ia membenarkan bahwa memang ada larangan bagi truk atau kendaraan roda enam ke atas untuk melintas di Jalan Sangkuruwira, Kecamatan Wotu.
“Harusnya sopir truk paham dan lihat ada larangan di situ. Jadi tidak boleh melintas,” kata Syahmuddin via telepon, Minggu (28/06/2026).
Syahmuddin berjanji akan menurunkan pegawai Dishub Lutim untuk melakukan pengawasan di lokasi tersebut. “Pasti, petugas kami akan turun mengawasi,” tegasnya.(kin)



