Saat memberikan sambutan pada acara penghargaan, Zulkifli Hasan menegaskan pentingnya modernisasi pelabuhan nasional yang tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.
“Bapak Presiden mengarahkan agar pelabuhan-pelabuhan di Indonesia menjadi lebih efisien, modern, sekaligus mampu menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Zulkifli Hasan.
Menurutnya, pelabuhan masa depan harus mampu memperkuat sistem logistik nasional tanpa mengesampingkan tanggung jawab terhadap kelestarian alam.
Pendekatan tersebut dinilai menjadi fondasi penting bagi pembangunan sektor maritim Indonesia yang semakin kompetitif pada tingkat global.
Penghargaan Menjadi Tolok Ukur Komitmen PT Vale
Dahlan menjelaskan bahwa berbagai inovasi diterapkan secara menyeluruh melalui aspek manajemen, digitalisasi, hingga perlindungan lingkungan dalam operasional Pelabuhan Balantang.
“Seluruh upaya Perusahaan merupakan bagian dari komitmen kami dalam menjalankan praktik pertambangan yang baik sekaligus mendukung transformasi pelabuhan yang lebih ramah lingkungan dan berbasis teknologi,” katanya.
Penilaian penghargaan mengacu pada Green Port Guidelines 3.0/2023 yang menjadi standar nasional pengelolaan pelabuhan berkelanjutan di Indonesia.
Pedoman tersebut menggabungkan prinsip Green Port dan Smart Port sehingga seluruh aspek operasional dinilai secara komprehensif sesuai perkembangan teknologi terkini.
Bagi PT Vale, keterlibatan dalam asesmen tersebut bukan sekadar mengejar penghargaan, melainkan kesempatan mengevaluasi kualitas pengelolaan pelabuhan secara objektif.
Melalui proses tersebut, perusahaan dapat membandingkan implementasi berbagai inovasi dengan standar nasional yang berlaku.
“Partisipasi ini juga menjadi kesempatan berharga bagi kami untuk berbagi praktik terbaik sekaligus mengukur sejauh mana implementasi prinsip green dan smart port,” ujar Dahlan.
Langkah Berkelanjutan Menuju Pelabuhan Masa Depan
PT Vale memastikan pengembangan Pelabuhan Balantang tidak berhenti setelah menerima penghargaan nasional tersebut.


