JAEJA.ID – Suasana duka menyelimuti upacara pelepasan jenazah Opu Andi Murphy, Selasa, 5 Agustus 2025.
Ia dikenal dengan nama adat Opu To Makkawaru, atau Opla, oleh masyarakat adat dan lingkungan birokrasi di Kabupaten Luwu Timur.
Pelepasan dilakukan secara sederhana namun penuh kekhidmatan di rumah duka, dihadiri keluarga dan masyarakat.
Turut hadir sejumlah pejabat, tokoh adat, dan warga yang selama ini mengenalnya sebagai sosok yang bersahaja.
Salah satu tokoh yang hadir adalah anggota DPRD Luwu Timur, Firman Udding, yang menyampaikan belasungkawa secara langsung.
“Andi Murphy adalah sosok pengabdi sejati, pekerja yang tenang, dan penjaga nilai-nilai luhur budaya,” ucap Firman usai prosesi.
Jenazah Andi Murphy dimakamkan sehari setelah wafatnya, tepat pada Selasa siang.
Kepergiannya membawa duka, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat yang mengenalnya selama bertugas.
Semasa hidup, ia dikenal sebagai birokrat rendah hati dan menjunjung tinggi etika serta kearifan lokal.
Julukan adat Opu To Makkawaru menjadi simbol dedikasi dan cinta terhadap tanah kelahiran dan budayanya.
Banyak warga menyebutnya sebagai panutan dan figur pemersatu lintas generasi dan komunitas adat.
Seluruh rangkaian acara pelepasan berlangsung tertib dan penuh nuansa penghormatan terakhir.
Andi Murphy meninggalkan jejak pengabdian yang membekas di hati masyarakat Luwu Timur.(kin)



