JAEJA.ID — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Kesehatan menggelar Pertemuan Evaluasi Forum Kabupaten, Kecamatan, dan Desa Sehat 2025 di Aula Juku Eja, Hotel Max One, Panakkukang, Makassar, Senin (1/12/2025). Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 1–2 Desember, dan menjadi ruang bersama untuk mengukur kinerja sekaligus memperkuat strategi menuju Kabupaten/Kota Sehat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, Prof. Sukri Palutturi; Sekretaris Dinas Perhubungan Lutim, Amran Akmal; serta Kabid PPM Bapperida, Andi Yuniati Adnan.
Pertemuan dibuka oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Lutim, dr. Helmy Kahar, mewakili Bupati. Dalam sambutannya, Helmy menekankan pentingnya keterhubungan program dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten untuk mewujudkan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.
“Pokja Desa Sehat adalah ujung tombak. Dari desa yang sehat, kita membangun kecamatan sehat, dan pada akhirnya tercipta kabupaten yang benar-benar sehat dan siap menghadapi tantangan kesehatan modern,” ujarnya.
Helmy berharap evaluasi ini tidak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi mampu melahirkan penyelarasan program yang lebih efektif. Ia menegaskan bahwa seluruh temuan dan rekomendasi harus diterjemahkan menjadi langkah nyata.
“Hasil pertemuan hari ini harus menjadi peta jalan perbaikan jelas, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Sementara itu, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan, Nelly Muallim, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menilai progres Program Kabupaten/Kota Sehat (KKS), mengevaluasi indikator kesehatan nasional, mengidentifikasi tantangan lapangan, serta memperkuat sinergi lintas sektor.
Ia menegaskan bahwa sinergi pemerintah desa, kecamatan, dan kabupaten menjadi kunci untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, aman, nyaman, dan sehat bagi masyarakat.
Sebagai bentuk apresiasi, kegiatan ini turut dirangkaikan dengan penyerahan hadiah bagi pemenang penilaian Desa Sehat, yang diberikan kepada forum kecamatan, puskesmas, dan desa berprestasi.



