JAEJA.id – Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia 2025 kembali menjadi ruang refleksi bagi para legislator di Luwu Timur.
Anggota DPRD Lutim, Prima Eyza Purnama, menegaskan bahwa korupsi masih menjadi ancaman serius yang menggerus kepercayaan publik dan menghambat pembangunan.
Menurutnya, praktik korupsi tidak bisa lagi dilihat sebagai pelanggaran administratif semata.
Legislator PKS itu menyebut tindakan tersebut sebagai kejahatan yang langsung menyentuh hak rakyat.
“Korupsi merampas hak masyarakat dan melemahkan keadilan kita,” ujar Prima dalam pernyataannya.
Ia menekankan bahwa agenda pemberantasan korupsi tidak boleh berhenti pada slogan atau kepentingan politik jangka pendek.
Prima menyebutnya sebagai tanggung jawab moral yang wajib dipikul seluruh elemen bangsa—mulai dari pemerintah, lembaga politik, hingga masyarakat umum.
Pada momentum tahun ini, ia mengajak publik menempatkan integritas sebagai standar hidup.
“Mari satukan langkah, kuatkan integritas, dan wujudkan Indonesia yang bersih serta bermartabat,” tuturnya.
Seruannya ditutup dengan pekikan semangat sebagai pengingat bahwa perjuangan melawan korupsi memerlukan keberanian, konsistensi, dan kebersamaan.(kin)



