JAEJA.ID — Upaya menghadirkan pelayanan publik yang adil dan merata terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, terutama bagi anak-anak penyandang disabilitas yang tinggal di wilayah terpencil. Selama ini, masih banyak anak disabilitas yang belum memiliki dokumen kependudukan seperti akta kelahiran, sehingga kesulitan mengakses pendidikan dan layanan kesehatan.
Melihat kondisi tersebut, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Luwu Timur menghadirkan program inovasi bernama “Jendela Dunia Disabilitas.” Program ini bertujuan membantu anak-anak penyandang disabilitas mendapatkan identitas hukum sebagai syarat dasar untuk memperoleh berbagai layanan publik.
Berbeda dengan pelayanan biasa yang menunggu warga datang ke kantor, Disdukcapil Luwu Timur menjalankan metode “jemput bola.” Petugas turun langsung ke rumah warga, khususnya di daerah terpencil dan sulit dijangkau, untuk mendata sekaligus membantu proses pembuatan dokumen kependudukan.
Pelaksanaan program ini juga didukung pemanfaatan teknologi sederhana melalui portal pelaporan digital. Sistem tersebut membantu petugas memetakan lokasi anak-anak penyandang disabilitas yang belum memiliki dokumen kependudukan, sehingga pelayanan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Selain memudahkan masyarakat, program ini juga membawa perubahan dalam pola pelayanan birokrasi. Administrasi kependudukan tidak lagi sekadar pekerjaan rutin, tetapi menjadi bagian dari upaya memenuhi hak dasar warga negara, khususnya bagi kelompok rentan.
Berdasarkan data pengajuan program, jumlah anak penyandang disabilitas yang berhasil mendapatkan dokumen kependudukan meningkat secara signifikan sejak program ini dijalankan. Bahkan, pengaturan rute pelayanan berbasis data mampu menghemat biaya operasional hingga sekitar 30 persen.
Menariknya, seluruh pelaksanaan program ini dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sehingga dapat berjalan secara berkelanjutan tanpa bergantung pada bantuan luar.
Atas keberhasilan tersebut, program “Jendela Dunia Disabilitas” resmi diajukan dalam ajang Guangzhou International Award for Urban Innovation 2026, sebuah forum internasional yang memberikan apresiasi terhadap inovasi pelayanan publik di berbagai daerah. Proses pendaftaran program ini telah diselesaikan pada 27 Februari 2026.



