JAEJA.id – Pada momen Hari Kartini 2026, PT Vale Indonesia Tbk merilis data yang menguak fakta tingginya peran perempuan di perusahan tambang nikel ini.
Di tengah citra industri tambang yang selama ini identik dengan dominasi laki-laki, perlahan perubahan mulai terlihat.
PT Vale Indonesia Tbk menjadi salah satu contoh bagaimana transformasi itu berjalan nyata.
Terutama dalam membuka ruang lebih luas bagi perempuan untuk berkarier hingga level strategis.
Data terbaru menunjukkan bahwa hingga April 2026, jumlah pekerja perempuan di perusahaan ini mencapai 12,37 persen dari total karyawan.
BACA JUGA: Aksi Nyata Hari Bumi, PT Vale Tanam Pohon dan Bersihkan Pesisir Morowali
Angka tersebut memang belum mendominasi, tetapi tren kenaikannya menunjukkan arah perubahan yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir.
Jika ditarik ke belakang, pada 2021 persentase pekerja perempuan masih berada di angka 8,6 persen.
Kini, dalam kurun waktu lima tahun, angka itu meningkat signifikan.
Kenaikan ini tidak terjadi secara kebetulan, melainkan hasil dari strategi yang dirancang secara sistematis oleh perusahaan.
Head of Corporate Communications PT Vale Indonesia Tbk, Vanda Kusumaningrum, menegaskan bahwa perubahan ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan.
“Kami percaya bahwa industri tambang harus menjadi ruang yang inklusif. Perempuan memiliki kapasitas yang sama untuk berkembang dan berkontribusi, baik di level teknis maupun manajerial,” ujar Vanda.
BACA JUGA: Kontribusi Signifikan PT Vale dalam Pembangunan dan PAD Luwu Timur
Dari Operator hingga Pimpinan
Kehadiran perempuan di PT Vale tidak lagi terbatas pada pekerjaan administratif.
Mereka kini mulai mengisi berbagai posisi penting, termasuk di sektor operasional tambang yang selama ini dianggap berat dan maskulin.
Data internal menunjukkan bahwa perempuan tidak hanya berada di level staf, tetapi juga telah menembus posisi senior hingga manajemen.
Bahkan, sejumlah perempuan telah menduduki jabatan sebagai general manager dan spesialis di berbagai bidang.



