JAEJA.id – Pemerintah Kecamatan Tomoni Timur menggelar rapat koordinasi (rakor) triwulanan sebagai upaya memperkuat sinergi lintas sektor.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Tomoni Timur, Rabu (08/04/2026), ini menjadi wadah membahas berbagai persoalan prioritas di tingkat kecamatan.
Rakor diikuti unsur Forkopimcam, kepala desa, kepala sekolah, serta perwakilan unit kerja.
Forum ini dimanfaatkan untuk menyatukan langkah dalam merespons dinamika yang berkembang di masyarakat.
Bank Sampah Jadi Fokus
Camat Tomoni Timur, Yulius, menegaskan rakor memiliki peran strategis dalam memastikan koordinasi antar sektor berjalan efektif.
“Rakor ini menjadi forum bersama untuk membahas isu kamtibmas, kesehatan, pendidikan, pertanian, hingga tata kelola pemerintahan,” ujarnya.
Salah satu isu utama yang dibahas adalah pengaktifan bank sampah.
Program ini mengacu pada Surat Edaran Bupati Luwu Timur Nomor 110 Tahun 2026 yang mewajibkan ASN, non-ASN, dan aparat desa memiliki rekening bank sampah.
Setiap individu diwajibkan menyetor minimal 2 kilogram sampah daur ulang setiap bulan.
Kebijakan ini tidak hanya bertujuan menjaga lingkungan, tetapi juga terintegrasi dengan penilaian kinerja ASN dan administrasi keuangan desa.
Isu Kesehatan Perlu Penanganan Serius
Selain lingkungan, sektor kesehatan turut menjadi perhatian dalam rakor tersebut.
Pihak Puskesmas Tomoni Timur mengungkapkan bahwa hipertensi masih menjadi salah satu penyebab utama kematian di wilayah ini.
Kasus gigitan hewan penular rabies juga tergolong tinggi. Kondisi ini mendorong perlunya langkah konkret, termasuk pembentukan desa siaga rabies.
“Pembentukan desa siaga rabies menjadi langkah penting untuk menekan risiko penularan,” ujar perwakilan Puskesmas.
Selain itu, penyakit tuberkulosis (TBC) juga menjadi perhatian.
Diperlukan deteksi dini dan penanganan berkelanjutan dengan melibatkan peran aktif pemerintah desa serta tenaga kesehatan.
Camat Yulius berharap seluruh pihak mampu menghadirkan inovasi dalam pengelolaan lingkungan dan pelayanan kesehatan. Dengan demikian, setiap program yang dijalankan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.



