JAEJA.id – Perjalanan panjang menuju podium juara akhirnya berbuah manis bagi atlet muda Taekwondo Indonesia (TI) Luwu Timur di Bandung, Jawa Barat.
Melalui kerja keras berbulan-bulan, mereka berhasil mempersembahkan tiga medali emas sekaligus mengangkat nama daerah pada ajang International Ksatria Nusantara PBTI Series 4.
Kejuaraan yang berlangsung di GOR Bandung Arena, 3–5 Juli 2026, menjadi panggung pembuktian kemampuan generasi baru Bumi Batara Guru.
Kontingen Lutim United meraih total tujuh medali setelah menyelesaikan seluruh pertandingan pada berbagai nomor poomsae maupun kyorugi.
Tiga medali emas dipersembahkan Kimora Malihah Zahida, Raisyah Althafunnisaa, serta Arriisyah Ayyashi melalui penampilan yang konsisten sepanjang kompetisi.
Tambahan tiga medali perak dan satu perunggu semakin melengkapi pencapaian yang membawa kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Luwu Timur.
Kerja Keras Melahirkan Prestasi
Ketua Taekwondo Indonesia Luwu Timur, Usman Sadik, menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi banyak pihak selama proses pembinaan atlet.
Menurutnya, pencapaian itu tidak mungkin diraih tanpa dukungan pelatih, orang tua, pemerintah daerah, KONI, serta berbagai perusahaan yang ikut memberikan perhatian.
“Alhamdulillah, tentu keberhasilan ini banyak pihak yang berkontribusi mulai dari pengurus TI, pelatih, orang tua atlet yang selalu mensupport,” ujar Usman Sadik, Senin (13/7/2026).
Ia memastikan pembinaan atlet usia dini akan terus ditingkatkan agar prestasi serupa dapat dipertahankan pada kejuaraan berikutnya.
“Selamat kepada semua atlet yang mendapatkan emas, perak dan perunggu. Insya Allah yang belum mendapatkan medali akan kita dorong terus agar persiapan yang akan datang, atlet kita lebih siap,” katanya.
Modal Besar Menatap Porprov
Ketua KONI Luwu Timur, Herawan Raditya, menyebut prestasi tersebut menjadi investasi penting menuju Pekan Olahraga Provinsi Sulawesi Selatan 2030.
“Para atlet yang berprestasi di Bandung ini masih muda. Mereka bisa diproyeksikan untuk Porprov 2030,” kata Herawan.



