JAEJA.ID – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menandatangani nota kesepahaman dengan PT Menata Citra Selaras (MCS) untuk membangun pabrik beras skala besar pertama di daerah itu.
Penandatanganan berlangsung pada puncak acara Hari Jadi ke-22 Kabupaten Luwu Timur, Senin 19 Mei 2025. Ini jadi momen penting bagi masa depan pangan lokal.
Direktur Utama PT MCS, Yogi Prabowo, dan Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, secara resmi meneken kerja sama tersebut.
BACA JUGA: Perjuangkan Tenaga Kerja dan Pengusaha Lokal, DPRD Lutim Dorong 2 Ranperda Inisiatif
Profil PT MCS
PT MCS memulai perjalanannya di sektor limbah besi pada 2008 dan mulai merambah industri pangan sejak 2013.
Mereka membangun pabrik penggilingan beras modern di Bekasi sebagai langkah awal kontribusi pada ketahanan pangan nasional.
Yogi menegaskan bahwa MCS tidak berniat menjadi pesaing penggilingan lokal, tetapi ingin berperan sebagai agregator.
Perusahaan akan membangun ekosistem bersama petani, penggilingan kecil, dan pelaku distribusi untuk tumbuh bersama.
“Kami melihat sektor pangan bukan hanya sebagai peluang bisnis, tapi juga bentuk kontribusi untuk mendukung ketahanan pangan nasional,” kata Direktur PT MCS, Yogi Prabowo.
Model bisnis mereka dirancang untuk memperkuat rantai nilai lokal melalui pelatihan, pendampingan, dan pembukaan akses pasar.

Saat ini, proyek pabrik beras masih berada dalam tahap studi kelayakan yang akan berlangsung antara satu hingga enam bulan.
Dua lokasi strategis sedang dikaji, yakni Malili dan Mangkutana, yang masuk dalam kawasan industri agro Luwu Timur.
Pabrik direncanakan memiliki kapasitas awal 100 ton per hari dengan potensi ekspansi hingga 1.000 ton.



