Jaeja.id
Minggu, 24 Mei 2026
  • News
  • Edukasi
  • Historia
  • Cek Fakta
  • Kolom
  • Arena
No Result
View All Result
  • News
  • Edukasi
  • Historia
  • Cek Fakta
  • Kolom
  • Arena
No Result
View All Result
Jaeja.id
No Result
View All Result
Home Headline

Matano, Desa Pandai Besi yang Hilang dari Catatan Sejarah

adminsuper by adminsuper
15 September, 2024
in Headline, Historia
0 0
0
Ilustrasi jejak perdaban besi di Luwu Timur.

Ilustrasi jejak perdaban besi di Luwu Timur. (Foto: Tangkapan layar video Youtube @Basrun)

Share on FacebookShare on XShare on Whatsapp

JAEJA.ID – Desa Matano seperti terpencil dan sendiri. Jalanannya tak beraspal dan dipenuhi debu bila musim kemarau.

Penduduknya berladang, menanam sayur dan kakao, serta bekerja sebagai nelayan.

Desa ini jauh tertinggal dibandingkan Sorowako, kota yang tumbuh dengan pesat karena perekonomiannya ditopang oleh keberadaan perusahaan tambang PT Vale Indonesia (dulu PT Inco).

BACA JUGA: Cerita Perjuangan Sultan Hasanuddin, Sang Ayam Jantan dari Timur

Pada abad ke-14 desa ini dikenal sebagai Rahampu’u –tanah untuk orang pertama yang mendiami negeri.

Tanahnya merah dengan gunung dan bukit mengelilinginya –tanah merah secara geologi mengandung besi.

Desa ini pula yang diperkirakan menjadi cikalbakal kerajaan Luwu, yang dulu dikenal sebagai penghasil besi terbaik di Nusantara.

Desa Matano berada di Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Letaknya berada di pesisir danau.

Udaranya sejuk tapi mataharinya menyengat. Penampakan tanah yang hitam di sepanjang jalan utama yang bersisian dengan garis pantai Danau Matano.

“Itu sisa pembakaran dan peleburan besi,” kata Mahding.

BACA JUGA: Distribusi Hadiah Hong Kong Open 2024, Dua Wakil Indonesia Berpeluang Kantongi Setengah Miliar Rupiah

Mahding, berusia 72 tahun, penduduk asli Matano. Tak jauh dari rumahnya, terdapat benteng yang membentang sepanjang 300 meter.

Benteng itu terlihat kokoh meski sudah dipenuhi tumbuhan liar. Menurut cerita masyarakat setempat, panjang benteng itu mencapai 500 meter, dibangun dari tumpukan tanah dengan bagian dalamnya diisi batu kapur.

Tujuannya untuk menghalau suku-suku yang hendak menyerang Matano.

Menurut Mahding, benteng itu seharusnya mengelilingi kampung yang didiami para pandai besi.

“Saya dengar cerita orangtua, ada 99 tempat pandai besi masa itu (di kampung ini). Jadi ramai sekali,” katanya.

Mahding memperlihatkan peninggalan para pandai pandai besi Matano. Ada palu, landasan pukul, tombak, parang, topi perang, piring, dan ceret.

Sekarang tak satu pun generasi mereka melanjutkan keahlian mengolah besi.

Page 1 of 4
12...4Next
Tags: kerajaan luwuluwu timurmatanopandai besipt vale indonesiaussu
Previous Post

Distribusi Hadiah Hong Kong Open 2024, Dua Wakil Indonesia Berpeluang Kantongi Setengah Miliar Rupiah

Next Post

Daftar 25 SMA Terbaik di Indonesia Versi LTMPT 2024

Next Post
Daftar 25 SMA Terbaik di Indonesia Versi LTMPT 2024

Daftar 25 SMA Terbaik di Indonesia Versi LTMPT 2024

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERPOPULER

  • Atlet taekwondo Luwu Timur meraih prestasi gemilang di babak kualifikasi Porprov Sulsel 2026, di GOR Sudiang Makassar, 28-30 November 2025. Foto: IST

    22 Atlet Taekwondo Lutim Lolos Porprov Sulsel 2026, Ini Daftar Namanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 3 Peringatan Keras Bupati Irwan Buat CPNS dan PPPK yang Baru Terima SK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Luwu Timur Percepat Penyerahan SK CPNS dan PPPK 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tantang Tuan Rumah di Final Bupati Cup Lutim, Manajer Gaswo Minta Warga Wotu Ramaikan Stadion

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Piala Soeratin U13: Bocah Wasuponda Hattrick, Perslutim Pecundangi Makassar City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Recent Posts

  • Piala Soeratin U13: Bocah Wasuponda Hattrick, Perslutim Pecundangi Makassar City
  • Bupati Cup I Lutim 2026 Berjalan Sukses, Bakal Jadi Agenda Rutin Pemkab
  • Serasa Main Kandang, Manajer Gaswo Puji Suporter Wotu di Final Kontra Malili United
  • Ini Daftar Peraih Gelar Individu Bupati Cup Lutim 2026, Pemain Wotu dan Malili Berbagi Trofi
  • Gaswo Wotu Juara Bupati Cup Lutim 2026, Tekuk Malili United di Final

Recent Comments

  1. Hasil Survei Pilkada Luwu Timur September 2024: Petahana Lemah di Semua Segmen - Jaeja.id mengenai 4 Siswi SDN 169 Bayondo Raih 4 Medali di Turnamen Taekwondo Antar Pelajar se-Luwu Raya
  2. 4 Siswi SDN 169 Bayondo Raih 4 Medali di Turnamen Taekwondo Antar Pelajar se-Luwu Raya - Jaeja.id mengenai Demi Pemerataan Pembangunan di Luwu Timur, IBAS-Puspa Programkan Rp2 Miliar per Desa
Jaeja.id

© 2024 JAEJA.ID

JAEJA.ID - Jurnal Edukasi dan Sejarah

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • News
  • Edukasi
  • Historia
  • Cek Fakta
  • Kolom
  • Arena

© 2024 JAEJA.ID