Ia menambahkan bahwa meski proyek ini masih menyisakan sejumlah pekerjaan yang harus diperbaiki, ia akan tetap memastikan kelanjutan pembangunan ini demi kepentingan masyarakat Luwu Timur.
Namun, Bupati Lutim itu juga menegaskan bahwa aktivitas di Islamic Center untuk sementara waktu akan dihentikan hingga adanya evaluasi lebih lanjut dari konsultan proyek.
Keputusan tersebut diambil agar semua masalah yang muncul dalam pembangunan bisa diselesaikan terlebih dahulu.
“Untuk sementara, kami akan menunda aktivitas di Islamic Center sampai ada perbaikan dan evaluasi dari konsultan,” tambahnya.
Klarifikasi Pihak PPK
Tak lama setelah pernyataan Bupati Irwan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek, Idiani Sartian Umar, memberikan klarifikasi terkait masalah yang ada di lapangan.
Idiani mengakui bahwa pihaknya sudah meminta kontraktor untuk segera memperbaiki kerusakan yang terjadi.
“Kami sudah meninjau, terjadi penyusutan lantai sehingga keramik terangkat. Ini masih dalam masa pemeliharaan, dan kami sudah meminta kontraktor untuk memperbaiki,” ujar Idiani.
Ia juga memberikan informasi rinci mengenai anggaran proyek ini yang dilaksanakan dalam empat tahap.
Anggaran tersebut mencakup empat tahap pembiayaan yang dimulai dengan tahap pertama senilai Rp5 miliar, tahap kedua Rp15 miliar, tahap ketiga Rp20 miliar, dan tahap keempat pada 2025 senilai Rp25 miliar.
“Perencanaan tahun 2025 ini akan kami ekspose terlebih dahulu ke Bupati sebelum pembangunan dilanjutkan,” tambah Idiani.
Budiman Resmikan Islamic Center Sebelum Rampung 100 Persen
Banyak kekurangan pada proyek Islamic Center teridentifikasi cukup ironi karena proyek ini sudah lebih dulu diresmikan oleh Bupati Luwu Timur sebelumnya, Budiman Hakim.
Budiman meresmikan Islamic Center pada 27 November 2024 lalu dan memulai penggunaannya meskipun bangunan belum rampung 100 persen.
Hal ini menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat mengenai sejauh mana kelayakan bangunan tersebut dalam penggunaannya secara maksimal.
Proyek Islamic Center ini merupakan salah satu program multi-years menggunakan anggaran dari APBD Luwu Timur. Pekerjanya adalah CV Bintang Mahalona Perkasa.



