Meski pencetakan KIA masih terpusat di kabupaten, petugas tetap menjemput dan mengantarkan langsung dokumen yang telah selesai ke orang tua.
Semua itu demi satu tujuan: memastikan setiap anak mendapatkan hak identitas sipil sejak detik pertama kehidupannya.
Bagi Sukmawati Sulaiman, bidan di Puskesmas Malili, Balada Capil bukan sekadar program.
BACA JUGA: Ketua HIPMI Sulsel Kunjungi Luwu Timur: Songsong Peluang Ekonomi Baru di Sulawesi Selatan
Ia melihat sendiri bagaimana para ibu kini merasa lebih tenang dan terbantu.
“Pasien tidak lagi repot mengurus administrasi pasca melahirkan. Ini benar-benar inovasi yang membantu,” ucapnya bangga.
Tak hanya bayi yang baru lahir, program ini juga menjangkau anak-anak usia 0–16 tahun yang belum memiliki dokumen identitas.
Artinya, masih banyak ruang untuk memperluas manfaatnya dan menjangkau lebih banyak keluarga yang selama ini terlewat.
Program Balada Capil juga merupakan cerminan dari pelayanan publik yang tidak hanya cepat dan efisien, tetapi juga inklusif dan menyentuh sisi kemanusiaan.
Rosmala menyebut, banyak warga yang selama ini tinggal jauh dari pusat kota kini merasa lebih terbantu karena pelayanan bisa hadir di tempat mereka, tepat ketika mereka membutuhkannya.
Negara Hadir di Hari Pertama
Di balik dokumen itu, ada pengakuan. Ada hak atas pendidikan, layanan kesehatan, dan bantuan sosial.
Dalam secarik akta dan sebuah kartu kecil bertuliskan nama, ada kepastian bahwa seseorang telah diakui sebagai warga negara.
BACA JUGA: Ibas Tinjau Lokasi Longsor Kasintuwu, Pastikan Akses Trans Sulawesi Cepat Pulih
Balada Capil menjawab kebutuhan mendasar dengan pendekatan sederhana: mendekatkan layanan pada masyarakat, menghapus hambatan administratif, dan mengembalikan kepercayaan pada sistem.
Di tengah berbagai keluhan tentang birokrasi yang rumit, Luwu Timur membuktikan bahwa pelayanan publik bisa berjalan cepat, efisien, dan tetap hangat.
Satu bayi, tiga dokumen, satu senyuman dari seorang ibu — cukup untuk membuktikan bahwa negara benar-benar hadir di hari pertama kelahiran seorang anak di Luwu Timur.



