JAEJA.ID – Sejumlah tenaga sanitarian dari berbagai penjuru Luwu Timur berkumpul di Wisma Trans Malili sejak Kamis 10 April 2025.
Mereka tak sekadar menghadiri pelatihan rutin, melainkan bersiap memegang peran penting dalam memetakan wajah sanitasi daerah ini lewat Studi Environmental Health Risk Assessment (EHRA).
Selama tiga hari, pelatihan ini menjadi arena pembekalan intensif.
Para peserta mendapatkan pelatihan untuk mahir mengumpulkan data primer tentang kondisi sanitasi rumah tangga dan perilaku higienitas masyarakat.
BACA JUGA: Balada Capil: Bayi Lahir di Luwu Timur Langsung Punya 3 Identitas Kependudukan
Kepala Dinas Kesehatan Luwu Timur, Adnan D Kasim, menegaskan peran vital studi EHRA dalam merancang strategi sanitasi yang konkret.
“EHRA bukan sekadar kajian teknis, ia menjadi dasar advokasi, arah kebijakan, dan penyusunan Strategi Sanitasi Kabupaten yang menyentuh hingga ke desa dan kelurahan,” kata Adnan.
Pelatihan ini menghadirkan pemateri dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Dinkes Kabupaten Pinrang, dan sejumlah OPD terkait.
Tak hanya teori, peserta dilatih menggunakan aplikasi Kobocollect dan Kobotoolbox untuk menginput dan mengevaluasi data secara digital.
BACA JUGA: Bupati Lutim Sidak Dinas PUPR, Temukan Ruang Pelayanan Kosong saat Jam Kerja
Data yang dikumpulkan akan digunakan Pokja Sanitasi sebagai dasar menentukan wilayah dengan risiko tertinggi terhadap kesehatan lingkungan.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Nelli Mualim, menyebut pelatihan ini sebagai bagian dari strategi peningkatan kapasitas tenaga lapangan.
“Kami ingin para sanitarian bekerja dengan akurasi dan sensitivitas. Data yang dikumpulkan harus bebas bias dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
EHRA sendiri adalah studi partisipatif yang telah menjadi rujukan nasional dalam pemetaan sanitasi berbasis rumah tangga.
Hasil akhirnya bukan hanya berupa statistik, melainkan dokumen strategis yang harus rampung pada akhir Mei 2025.
Dari pelatihan ini, Dinas Kesehatan menargetkan lahirnya potret menyeluruh tentang kondisi sanitasi dan perilaku masyarakat Luwu Timur.



