JAEJA.ID – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Kabupaten Luwu Timur, sejumlah pemuda dan komunitas lokal menggelar acara bertajuk Pesta Komunitas.
Perayaan ini berbeda dari agenda resmi pemerintah, karena digagas secara swadaya oleh warga dan dilaksanakan di ruang terbuka dengan semangat kebersamaan.
Pesta Komunitas menjadi inisiatif alternatif yang bertujuan menghadirkan ruang ekspresi yang inklusif, lintas latar belakang, serta memberi panggung bagi kreativitas lokal.
Kegiatan ini diadakan sejak Sabtu (4/5) sore hingga malam hari dan dipenuhi berbagai aktivitas mulai dari diskusi komunitas, mural kolektif, hingga pertunjukan seni.
BACA JUGA: Jam Kerja ASN dan Guru Dikurangi, DPRD Luwu Timur Beri Dukungan
Rizal, salah satu panitia pelaksana, mengatakan bahwa acara ini lahir dari keresahan bersama atas minimnya ruang ekspresi yang terbuka untuk semua kalangan.
“Kami ingin menciptakan perayaan yang bukan hanya formalitas, tapi betul-betul hidup dari bawah, dari energi komunitas itu sendiri,” jelasnya.
Sesi awal diisi dengan sharing session yang menghadirkan perwakilan komunitas dari berbagai kecamatan seperti Towuti, Wotu, Malili, Wasuponda, dan Sorowako.
Mereka saling bertukar cerita tentang perjuangan membangun komunitas dan dampaknya terhadap masyarakat lokal.
Salah satu sosok yang paling menyita perhatian adalah dr. Irfan, Direktur RSUD I Lagaligo, yang juga aktif di bidang literasi dan film independen.
Ia menekankan pentingnya peran komunitas dalam menciptakan perubahan. “Komunitas itu bukan sekadar hobi, melainkan bagian dari ekosistem sosial yang harus didukung bersama,” kata Irfan.
BACA JUGA: Bupati Luwu Timur Umumkan Jadwal Penyerahan SK CPNS dan PPPK pada Hardiknas 2025
Pihak Pemkab Luwu Timur pun menunjukkan dukungan. Kepala Kesbangpol Luwu Timur, Guntur Hafid, mengingatkan pentingnya legalitas organisasi komunitas untuk mempermudah akses pembinaan serta bantuan dana.
Selain diskusi, acara juga dimeriahkan oleh mural langsung yang digambar oleh seniman muda Wildam.



