“RPJMD ini semacam kitab suci bagi pemerintah daerah. Menyebutkan indikator kegagalan sejak awal justru tidak tepat karena keberhasilan atau ketidakberhasilan baru bisa diketahui setelah program dilaksanakan,” jelas Aripin.
Dengan perbedaan sikap antara dua fraksi besar ini, pembahasan Ranperda RPJMD diperkirakan akan terus berlanjut dengan dinamika politik yang cukup tinggi di DPRD Luwu Timur.
Keputusan akhir mengenai dimasukkannya atau tidak indikator kegagalan masih menunggu hasil musyawarah dan kesepakatan antarfraksi.(kin)
Page 2 of 2



