Direktur dan Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer PT Vale Indonesia, Budiawansyah yang hadir dalam rakor tersebut, belum bisa menjelaskan secara rinci soal langkah antisipasi.
Namun ia memastikan PT Vale Indonesia akan bertanggung jawab sepenuhnya atas kebocoran pipa minyak tersebut.
“Sebagai perusahaan yang sudah beroperasi sekitar 50 tahun di daerah ini, tentu saja kami punya tanggung jawab moral. Makanya, sejak hari pertama kejadian kami langsung koordinasi dengan pemda, forkopimda, kemudian melakukan identifikasi area terdampak,” terang Budiawansyah.
Ia memastikan PT Vale akan bekerja maksimal dalam penanganan hingga pemulihan puluhan hektar lahan warga yang masuk area terdampak.
“Kami kerahkan tim pakar untuk melihat secara objektif dan terang benderang di lapangan. Termasuk merumuskan langkah jangka panjang untuk mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang,” jelasnya.(kin)



