JAEJA.ID – Kebakaran hebat yang melanda puluhan rumah di Sorowako, Rabu siang tadi, 27 Agustus 2025, menyisakan duka mendalam.
Bukan hanya para korban yang merana karena kehilangan nyaris semua harta bendanya kecuali pakaian di badan. Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam pun turut merasakan nestapa.
Bupati Irwan bahkan rela membatalkan sejumlah agendanya sepanjang Rabu hari ini demi membersamai para korban kebakaran Sorowako. Memastikan para penyintas itu bisa makan dan tidur yang layak.
Kebakaran di Jalan Tambeha dan Jalan Manara, Sorowako, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur, bermula dari rumah salah satu warga. Sekitar pukul 13.30 WITA.
Si Jago Merah begitu cepat menjalar ke rumah-rumah warga lainnya yang memang mayoritas terbuat dari kayu.
Saat kejadian, Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam baru saja mendarat di Bandara Sorowako, sekitar pukul 14.00 WITA.
Ia berencana menghadiri pertemuan di Kantor Camat Towuti untuk membahas penanganan kebocoran pipa minyak PT Vale Indonesia di Desa Lioka, Towuti.
Setelah pertemuan itu, Bupati Irwan bersama forkopimda, pihak PT Vale, aktivis pemerhati lingkungan dan warga setempat diagendakan mengunjungi sejumlah titik terdampak kebocoran pipa.
Tapi mengetahui tengah terjadi kebakaran di dekat Dermaga Sorowako, Bupati Irwan bergegas dari bandara menuju lokasi kebakaran.
Dua agenda yang tak kalah pentingnya di Towuti urung dilaksanakan. Bupati Irwan memilih berjibaku di lokasi kebakaran.
“Harusnya siang tadi kami ke Wawondula (Towuti), namun karena saudara-saudara kita di Sorowako tertimpa musibah kebakaran, maka agenda ke Towuti kami tunda dulu,” kata Irwan di lokasi pengungsian, Rabu malam.
Saat tiba di Jalan Tambeha, baru sekitar lima rumah yang terbakar. Irwan lantas turun dari mobil dinasnya dan ikut membantu mengarahkan proses pemadaman dan evakuasi perabotan warga yang masih bisa diselamatkan.
Sejumlah mobil pemadam kebakaran baik milik Pemkab Luwu Timur maupun PT Vale Indonesia berusaha keras memadamkan api.
Tapi faktor angin kencang membuat api begitu cepat menjalar ke rumah-rumah warga, sehingga baru bisa dijinakkan sekitar tiga jam kemudian atau sekira pukul 16.30 WITA.



