Tercatat 48 rumah warga rata dengan tanah, ludes dilalap Si Jago Merah dalam kejadian nahas ini. Sebanyak 115 kepala keluarga atau lebih dari 400 jiwa terpaksa mengungsi.
Ada yang ke rumah keluarganya di sekitar Sorowako, di masjid dan gereja. Namun mayoritas bertahan di dekat lokasi kebakaran, tepatnya di Dermaga Sorowako.
Mereka tak punya lagi tempat tinggal. Harta benda hangus terbakar. Hanya tangisan pilu para bocah dan ibu-ibu korban kebakaran terdengar di dermaga.
Beberapa korban lainnya hanya bisa terdiam lesu menatap lokasi rumah mereka yang sudah berubah jadi abu dan arang.
Berartinya Tanda Tangan Bupati Bagi Anak-anak Pengungsi
Bupati Irwan yang belum meninggalkan lokasi setelah api padam, bergerak cepat menginstruksikan anak buahnya menyiapkan tenda pengungsian.
Sesekali ia menyalami korban. Berbincang, memberikan dorongan moril untuk saling menguatkan. Orang nomor satu di Luwu Timur itu tampak sangat terpukul atas bencana yang menimpa warganya.

Hanya diselingi waktu shalat Ashar dan Magrib, Irwan tampak sibuk mengatur penanganan tanggap darurat. Satu per satu tenda pengungsian didirikan di Dermaga Sorowako.
Warga sekitar bersama sejumlah relawan juga turut membantu. Sementara Bupati Irwan ditemani Kapolres Luwu Timur, AKBP Ario Putranto TM, terus memimpin pengaturan lokasi pengungsian.
Sekitar pukul 19.00 WITA, tidak kurang dari 5 tenda raksasa sudah berdiri, termasuk satu tenda yang jadi dapur umum. Bantuan makanan juga mulai berdatangan.
Dalam situasi darurat itu, Bupati Irwan, Ketua TP PKK Lutim dr Ani Nurbani hingga Kapolres AKBP Ario berbaur bersama para korban menyantap mie instan hasil olahan dari dapur umum yang baru saja didirikan.
Di lain kesempatan, Irwan tampak menghibur beberapa anak pengungsi. Ia dengan sabar meladeni permintaan tanda tangan para bocah itu.



