JAEJA.ID – Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, memastikan kualitas air di kawasan Danau Towuti, Sulawesi Selatan, masih aman digunakan pasca insiden kebocoran pipa minyak jenis Marine Fuel Oil (MFO).
Kepastian ini disampaikan setelah hasil uji laboratorium independen menunjukkan seluruh parameter utama berada di bawah ambang batas baku mutu nasional.
Uji dilakukan oleh Disaster Risk Reduction Center Universitas Indonesia (DRRC UI) bersama Dinas Lingkungan Hidup Luwu Timur (DLH Lutim) dan PT Global Environment Laboratory.
Pengambilan sampel air dilakukan terbuka dan disaksikan warga di Desa Baruga, Langkea Raya, Matompi, dan Timampu.
Ketua DRRC UI, Prof Fatma Lestari, menegaskan hasil tersebut sahih dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
“Air dinyatakan aman, namun pemantauan berkala dan transparansi data tetap menjadi kunci,” ujarnya.
Berdasarkan laporan uji laboratorium No. 054/LHU/AP/GEL/IX/2025, kualitas air Danau Towuti memenuhi baku mutu kelas 2 sesuai PP Nomor 22 Tahun 2021, artinya masih layak untuk rekreasi, budidaya ikan air tawar, dan kebutuhan pertanian.
Uji kualitas udara di Dusun Molindoe juga menunjukkan hasil serupa, seluruh parameter memenuhi baku mutu udara ambien nasional.
Hingga hari ke-22 pasca insiden, 206 aduan resmi masyarakat telah ditindaklanjuti, mulai dari layanan kesehatan hingga perbaikan infrastruktur desa.
Dengan berakhirnya masa tanggap darurat pada 12 September, pemerintah kini memasuki fase transisi pemulihan dengan fokus pada keberlanjutan dan ketangguhan desa.
“Ini bukti komitmen dan transparansi pemerintah dalam mengawal pemulihan lingkungan,” ujar Bupati Irwan, Selasa 16 September 2025.
“Kami akan terus melakukan pemantauan rutin agar masyarakat tetap tenang dan terjamin keselamatannya,” tuturnya.(kin)



