JAEJA.ID – Anggota DPRD Luwu Timur, Prima Eysa Purnama ikut menyoroti kelangkaan BBM di Kabupaten Luwu Timur dalam beberapa hari terakhir.
Ia prihatin dengan antrean panjang di sejumlah SPBU, sementara sektor pertanian, perikanan, dan transportasi juga terganggu akibat pasokan BBM bersubsidi yang terbatas.
Prima Eysa Purnama menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama Pertamina harus serius menindaklanjuti persoalan ini.
Menurutnya, ketersediaan BBM bersubsidi adalah kebutuhan vital yang wajib dijaga.
BACA JUGA: Warga Luwu Timur Keluhkan BBM Langka, DPRD Soroti SPBU Nakal
“Masalah BBM ini sudah meresahkan banyak sektor, dari pertanian hingga transportasi. Pemkab harus memperkuat koordinasi dan memperketat pengawasan distribusi,” tegas Eysa.
Meskipun kuota BBM subsidi tahun 2025 sebenarnya lebih besar dari tahun sebelumnya, kenyataannya pasokan yang masuk ke Luwu Timur justru berkurang hampir setengahnya.
DPRD Luwu Timur berkomitmen terus mengawal persoalan distribusi agar tidak dimanfaatkan pihak-pihak tidak bertanggung jawab.
BACA JUGA: Siswa SMPIT Al Bina Tomoni Belajar Politik di DPRD Luwu Timur
Mereka menekankan pentingnya mekanisme pengawasan ketat agar distribusi BBM tepat sasaran.
Masyarakat berharap langkah cepat segera diambil. Jika dibiarkan berlarut, kelangkaan BBM bisa mengganggu perekonomian daerah, terutama bagi nelayan dan petani.(kin)



