JAEJA.ID — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan generasi muda melalui Pagelaran Musik Hari Sumpah Pemuda ke-97 yang digelar di Andi Nyiwi Park Malili, Sabtu malam (25/10/2025). Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata Pemkab Lutim terhadap kreativitas, bakat, dan ruang ekspresi bagi para pemuda.
Acara yang diinisiasi Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga tersebut mengangkat tema “Pemuda Pemudi Bergerak Indonesia Bersatu”, sejalan dengan semangat Pemkab Lutim dalam mendorong kaum muda untuk lebih percaya diri dan berperan aktif dalam pembangunan daerah.
Mewakili Bupati Luwu Timur, Kepala Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan, Kamal Rasyid, hadir membuka acara sekaligus menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang memberi ruang positif bagi anak muda. Turut hadir pula sejumlah pejabat daerah yang menegaskan dukungan pemerintah terhadap kegiatan kepemudaan.
Pagelaran musik ini juga menjadi bukti keseriusan Pemkab Lutim dalam membangun kualitas SDM generasi muda. Melalui kegiatan ini, peserta Bimtek Soundman yang sebelumnya digelar di Wisma Golden House, diberikan kesempatan untuk mempraktikkan langsung kemampuan teknis mereka, mulai dari tata suara hingga pengelolaan panggung. Pemerintah berharap program seperti ini dapat memperluas peluang kerja dan menumbuhkan industri kreatif lokal.
Dalam sambutannya, Kamal Rasyid menekankan bahwa pemerintah daerah ingin memastikan pemuda Luwu Timur memiliki wadah yang tepat untuk berkembang.
“Kegiatan ini bukan hanya hiburan, tetapi ruang bagi pemuda untuk berkreasi, berkontribusi, dan membangun rasa cinta terhadap daerah dan bangsa,” ujarnya.
Ia juga mengajak para pemuda untuk terus membawa nama baik Luwu Timur melalui karya positif serta meningkatkan kemampuan agar mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
Pagelaran musik semakin meriah dengan penampilan sembilan band lokal, seperti Pukul12 Skatepunk, Towuti Community Band, Sambakki Project, Nadine and MR Error, Nuha Music Shelter, Nafsoe Reborn, Tos-G Band, Kafe Project, Repsiti Band, hingga Inditokyo. Kehadiran band-band ini menjadi bukti bahwa Pemkab Lutim terus membuka ruang bagi tumbuhnya industri musik dan kreativitas anak muda di daerah.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Luwu Timur menegaskan bahwa pemberdayaan pemuda bukan hanya seremonial tahunan, tetapi bagian dari upaya berkelanjutan membangun generasi kreatif, produktif, dan berdaya saing.



