JAEJA.ID – Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, secara resmi melantik dan mengambil sumpah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas, dan Fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.
Pelantikan yang berlangsung di Aula Sasana Praja Kantor Bupati Luwu Timur, Kamis (13/11/2025) ini, turut disaksikan Wakil Bupati, Puspawati Husler, serta unsur Forkopimda Lutim.
Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 26 pejabat eselon II resmi dilantik bersama sejumlah pejabat eselon III, IV, Kepala Puskesmas, dan Lurah.
Suasana khidmat mewarnai prosesi pengambilan sumpah jabatan yang dipimpin langsung oleh Bupati Irwan.
Dalam sambutannya, Bupati Irwan menyampaikan rasa syukur sekaligus harapannya agar para pejabat yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan komitmen tinggi.
Irwan menegaskan, keputusan pelantikan ini merupakan hasil penilaian menyeluruh terhadap kompetensi dan dedikasi para pejabat yang bersangkutan.
“Saya berharap kepada kita semua yang telah diberi tanggung jawab baru untuk benar-benar serius melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang telah diberikan,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Bupati Irwan juga berpesan agar seluruh pejabat terus memperkuat semangat kolaborasi, baik di internal organisasi perangkat daerah masing-masing maupun lintas sektor pemerintahan.
Berikut pejabat eselon II yang dilantik dan diambil sumpahnya :
1. Drs. H. Bahri Suli, MM., dilantik menjadi Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan.
2. Aini Endis Anrika, S.STP., MM. dilantik menjadi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat
3. Masdin, AP., M.Si dilantik menjadi Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
4. Drs. Rapiuddin Tahir dilantik menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
5. Andi Juana Fachruddin, ST. dilantik menjadi Asisten Perekonomian dan Pembangunan
6. Alamsyah Parkesi, M.Si. dilantik menjadi Sekretari DPRD
7. Aswan Aziz, S.Pi., M.Si. dilantik menjadi Staf Ahli Hukum dan Pemerintahan
8. Salam Latief, SH., M.Si. dilantik menjadi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik



