JAEJA.id – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak sekolah (TK sampai SMA) dan balita, ibu hamil serta ibu menyusui (3B) jadi perhatian khusus Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam.
Bupati Irwan mengakui program pemerintah pusat bertajuk MBG ini sangat sensitif karena masalah kecil saja langsung jadi sorotan publik.
Untuk itu, Irwan meminta semua pihak ikut berperan aktif menyukseskan program ini dan memastikan MBG di Luwu Timur berjalan sesuai standar operasional dan minim masalah.
“Makanan yang dibagikan ke anak sekolah maupun 3B harus sesuai standar, jangan asal bikin,” kata Bupati Irwan pada grand opening dua dapur MBG Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Alam semesta Berbagi, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Rabu (07/01/2026).
Dalam kesempatan itu, Irwan berpesan khusus kepada para kepala sekolah (kepsek), kepala desa (kades), hingga kepala puskesmas (kapus) terkait pelaksanaan MBG ini.
Untuk para kepala sekolah (kepsek), Irwan meminta agar aktif memberikan edukasi penerapan MBG kepada anak dan orangtua siswa, serta terlibat dalam pengaturan di sekolah.
“Kalau ada masalah, konfirmasi dulu ke Satgas MBG atau ke pemerintah setempat. Jangan langsung diviralkan padahal belum tentu kebenarannya,” kata Irwan.
Kemudian kepada para kepala desa (kades), Irwan meminta agar ikut mengawasi SPPG di wilayah masing-masing.
“Pastikan semua menerima apa yang harus diterima terkait MBG ini dan sesuai standar,” imbuhnya.
Lalu bagi dinas kesehatan, terkhusus para kepala puskesmas (kapus) juga diminta aktif melakukan pengawasan dan koordinasi dengan pihak terkait.
“Puskesmas atau pustu harus data baik-baik balita, ibu hamil dan menyusui. Menu yang diberikan harus tepat, jangan sampai dibuang-buang saja makanannya karena tidak sesuai keinginan penerima,” jelas Irwan.
Ia juga meminta Dinkes Lutim menindak tegas dapur atau SPPG yang tidak mematuhi SOP MBG.
“Kalau ada dapur tidak higienis laporkan. Lebih baik dihentikan kalau bermasalah, daripada terjadi hal buruk pada anak-anak kita,” tegasnya.



