JAEJA.id – Program Pemkab Luwu Timur bertajuk Pandu Juara dengan dana penyertaan modal sebesar Rp2 miliar per desa belakangan ini menuai sorotan publik.
Pasalnya, pada tahap awal pelaksanaan program tersebut yang mulai dianggarkan tahun 2026 ini, hanya menyasar 33 desa dari total 125 desa/kelurahan di Bumi Batara Guru.
Fakta itu membuat Pemkab Lutim dianggap diskriminatif dalam penerapan program Pandu Juara.
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam menegaskan bahwa penerapan program Pandu Juara untuk 33 desa pada tahap awal ini sudah melalui pertimbangan matang.
Alasan utamanya adalah efektivitas anggaran. Bupati Irwan berharap dana APBD Luwu Timur yang digunakan benar-benar efektif.
Ia tidak ingin dana yang mengalir ke desa-desa tidak jelas manfaat atau dampaknya ke masyarakat.
“Ini pilot percontohan. Apa gunanya hambur uang setiap tahun ke desa-desa tapi nihil azas manfaatnya,” kata Irwan ketika meresmikan Dapur MBG di Desa Puncak Indah, Malili, Rabu (7/01/2026).
Menurut Irwan, dengan mengerucutkan 33 desa jadi pilot project Pandu Juara, membuat pelaksanaan program ini lebih terarah dan diharapkan hasilnya maksimal.
“Kalau tahap awal program Pandu Juara ini berhasil. Maka tahun berikutnya semua desa dan kelurahan di Lutim dapat. Asal jelas pengelolaan potensi desanya,” jelas Irwan.
Lebih jauh dijelaskan politisi NasDem yang karib disapa Ibas ini, Pandu Juara adalah program yang digagas Pemkab Lutim untuk membangun kemandirian ekonomi desa secara fundamental dan berkelanjutan.
“Konsep Pandu Juara itu menjadikan desa sebagai pelaku utama dalam pembangunan daerah,” ujarnya.
Melalui program ini, Pemkab Lutim ingin menciptakan skema penguatan ekonomi dari hulu ke hilir.
“Penyertaan modal yang digelontorkan ke desa-desa itu harus dikelola secara profesional dengan menggali potensi daerah masing-masing,” lanjut Irwan.
3 Pilar Pandu Juara
Ada tiga pilar ekonomi yang harus bersinergi demi suksesnya program Pandu Juara.
Mulai dari BUMDes di tingkat desa yang menyusun rencana bisnis dengan matang dan realistis, lalu mengolahnya secara profesional.



