Kemudian BUMDESMA yang menyatukan desa-desa dengan komoditas sejenis, menjadi pusat agregasi dan meningkatkan nilai tambah produk.
Pilar ketiga adalah Koperasi Merah Putih (KMP) yang bertugas membuka gerbang pasar.
KMP yang merupakan program pemerintah pusat akan dimaksimalkan Pemkab Lutim untuk jadi distributor produk desa.
Koperasi Merah Putih ini nantinya menjadi jembatan yang menghubungkan produksi hiperlokal ke ekosistem ekonomi regional dan nasional.
“KMP juga akan berperan memastikan seluruh produk olahan BUMDESMA memiliki jalur distribusi yang jelas, terorganisir, dan berkelanjutan,” terang Irwan.
Dengan skema seperti ini, Bupati Irwan berharap dana penyertaan modal sebesar Rp2 miliar per tahun digunakan semaksimal mungkin untuk penguatan ekonomi daerah yang berakar dari desa.
“Kalau dana miliaran dikeluarkan tapi desa tidak punya program yang jelas, lebih baik dihentikan. Kembalikan saja ke kas daerah,” tegas Irwan.(kin)



