JAEJA.id – Turnamen Bola Voli Ibas Cup 2026 tidak sekadar menjadi panggung persaingan antarklub, tetapi juga dipandang sebagai wadah menjaring atlet muda berbakat di Kabupaten Luwu Timur.
Anggota DPRD Luwu Timur, Rusdi Layong, menilai kompetisi yang berlangsung secara berkelanjutan sangat dibutuhkan untuk menjaga regenerasi atlet sekaligus meningkatkan prestasi olahraga daerah.
Kompetisi Jadi Tempat Lahir Atlet Baru
Rusdi Layong menyampaikan pandangan tersebut saat menghadiri pembukaan Ibas Cup 2026 di Lapangan Voli Desa Ledu-Ledu, Kecamatan Wasuponda, Jumat (19/6/2026).
Turnamen yang dibuka Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam (Ibas) itu diikuti 32 klub, terdiri dari 16 tim putra dan 16 tim putri asal Kecamatan Malili, Wasuponda, Nuha, dan Towuti.
“Turnamen ini bukan sekadar mengejar gelar juara, tetapi menjadi kesempatan menemukan atlet muda yang layak dibina hingga mampu mengharumkan nama Luwu Timur,” kata Rusdi Layong.
Olahraga Bentuk Karakter Generasi Muda
Menurut Politisi Partai Gelora tersebut, pembinaan atlet tidak cukup dilakukan melalui latihan rutin tanpa diimbangi pengalaman bertanding yang kompetitif.
Ia meyakini semakin banyak turnamen digelar, semakin besar peluang munculnya pemain berbakat dengan mental bertanding yang kuat.
Rusdi juga mengajak pemerintah, DPRD, pelaku usaha, dan masyarakat terus mendukung pembinaan olahraga karena mampu membentuk generasi yang disiplin, sportif, dan siap berprestasi.(kin)



