Warga berharap fasilitas tersebut dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan dan memberikan tempat yang lebih aman bagi pelajar saat menunggu kendaraan.
Yusuf mendukung usulan tersebut dan menilai keselamatan anak sekolah harus menjadi perhatian dalam pembangunan fasilitas umum.
Selain persoalan pelayanan dasar dan keselamatan, warga juga meminta perhatian terhadap kelestarian Danau Matano.
Danau tersebut dinilai memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat sekaligus menyimpan kekayaan ekosistem yang perlu dijaga. Karena itu, warga berharap penataan kawasan danau tidak mengabaikan aspek lingkungan.
Yusuf mengatakan pembangunan di sekitar Danau Matano harus tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
“Danau Matano ini bukan hanya milik kita sekarang. Anak cucu kita juga harus bisa menikmatinya,” ujarnya.
Ia menilai menjaga Danau Matano membutuhkan keterlibatan pemerintah, masyarakat dan dunia usaha. Penataan kawasan harus dilakukan secara seimbang agar kebutuhan pembangunan tetap berjalan tanpa mengorbankan lingkungan.
Reses tersebut dihadiri Camat Nuha Arif Fadillah serta perwakilan Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Tarkim) dan Dinas PUPR Luwu Timur.
Yusuf memastikan berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat akan dicatat dan menjadi bahan pembahasan di DPRD, terutama persoalan yang membutuhkan intervensi pemerintah daerah dan koordinasi dengan pihak terkait.



