JAEJA.id — Bagi masyarakat Desa Libukang Mandiri, Kecamatan Mahalona Raya, persoalan pembangunan tidak berhenti pada perbaikan jalan maupun pembangunan fasilitas umum. Ada kebutuhan yang jauh lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari: air.
Ketersediaan air untuk mengairi lahan pertanian hingga memenuhi kebutuhan rumah tangga menjadi salah satu persoalan yang paling banyak disuarakan warga saat Wakil Ketua I DPRD Luwu Timur, Jihadin Paruge, menggelar reses perseorangan di desa tersebut, Sabtu (15/8/2026).
Dalam Reses Masa Sidang III Tahun Sidang 2025–2026 itu, warga meminta perhatian terhadap kondisi infrastruktur pengairan, khususnya pembangunan dan peningkatan bendungan serta jaringan irigasi.
Aspirasi tersebut tidak terlepas dari kehidupan masyarakat Mahalona Raya yang masih bertumpu pada sektor pertanian. Bagi petani, keberadaan jaringan irigasi yang mampu mengalirkan air secara memadai menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga keberlangsungan lahan pertanian dan produktivitas hasil panen.
Warga berharap persoalan pengairan tidak hanya dilihat sebagai pembangunan infrastruktur, tetapi sebagai bagian dari upaya menjaga roda ekonomi masyarakat.
“Kalau pengairan bisa dibenahi, tentu akan sangat membantu masyarakat, khususnya petani,” menjadi salah satu aspirasi yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.
Di sisi lain, persoalan air bersih juga menjadi perhatian masyarakat. Kebutuhan air untuk aktivitas rumah tangga dinilai membutuhkan solusi yang lebih konkret dan berkelanjutan karena menyentuh langsung kehidupan warga setiap hari.
Jihadin mengatakan, aspirasi yang muncul dalam reses menjadi gambaran mengenai kebutuhan masyarakat yang tidak selalu terlihat dari luar. Karena itu, pertemuan dengan warga menurutnya bukan sekadar agenda menyerap usulan, tetapi juga kesempatan untuk melihat langsung persoalan yang dihadapi masyarakat di wilayah pemilihannya.
“Pertanian dan air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, aspirasi ini akan menjadi catatan penting untuk kita perjuangkan sesuai kewenangan dan skala prioritas pembangunan,” ujar Jihadin.



