JAEJA.id – Sebanyak 128 anggota Satlinmas se-Luwu Timur mendapat pembekalan menjaga keamanan lingkungan masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Sikumbang, Kecamatan Tomoni, Kamis (24/9/2026).
Pembekalan diberikan Wakapolres Luwu Timur Kompol Hajriadi dalam pelatihan peningkatan kapasitas Satlinmas.
Ia meminta anggota lebih peka membaca perubahan situasi keamanan lingkungan sekitar mereka.
Menurut Hajriadi, Satlinmas berada dekat dengan masyarakat sehingga memiliki peran penting dalam pencegahan gangguan.
“Jangan menunggu sampai terjadi gangguan. Ketika melihat potensi masalah, segera kenali, komunikasikan dan koordinasikan,” ujar Hajriadi.
Deteksi Dini dan Koordinasi Jadi Kunci
Hajriadi memperkenalkan lima langkah yang dapat diterapkan anggota Satlinmas dalam menjaga Kamtibmas.
Kelimanya meliputi deteksi dini, komunikasi, koordinasi, tindakan dan pelaporan.
Satlinmas diminta mengenali potensi konflik, kerumunan rawan gangguan maupun persoalan sosial lainnya sejak awal.
Informasi kemudian disampaikan kepada kepala desa atau lurah serta Bhabinkamtibmas untuk ditindaklanjuti.
“Informasi yang disampaikan harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan agar tidak menimbulkan keresahan,” jelasnya.
Ia juga menegaskan Satlinmas bukan pengganti tugas kepolisian, melainkan mitra strategis pemerintah dan Polri.
Salah seorang peserta, Wayan, menilai pelatihan tersebut memberikan pemahaman praktis menghadapi persoalan keamanan masyarakat.
“Kita jadi tahu bagaimana langkah yang harus dilakukan dan harus berkoordinasi kepada siapa,” kata Wayan.
Pelatihan tersebut diharapkan memperkuat komunikasi Satlinmas, pemerintah desa dan aparat keamanan dalam menjaga ketenteraman.(kin)


