JAEJA.id – Delapan medali emas menjadi penanda kuat pembinaan karate Luwu Timur mulai menunjukkan hasil menjanjikan.
Kontingen INKAI Luwu Timur mencatat prestasi tersebut saat Kejurda Karate digelar di Palopo pada September 2026.
Bukan sekadar soal medali, capaian itu memperlihatkan regenerasi atlet berjalan dari usia dini hingga junior.
Sebanyak 387 peserta dari sejumlah daerah mengikuti pertandingan yang berlangsung selama dua hari tersebut di Palopo.
“Kami sangat bersyukur atas capaian anak-anak INKAI Luwu Timur pada Kejurda kali ini,” ujar Ketua INKAI Luwu Timur, Arman Amrullah.
Pembinaan Berbuah Prestasi
Arman menyebut capaian tersebut lahir dari latihan kerja keras pelatih dan dukungan orang tua.
Delapan emas datang dari berbagai nomor, termasuk kata perorangan putra, putri, serta kata beregu junior.
Aulia Jessica, Haikal, dan Komang Rahayu termasuk nama yang mencuri perhatian melalui penampilan nomor perorangan.
Dari kelompok usia dini, Andi Al-Quds Filistin MS juga menyumbangkan emas bagi kontingen Luwu Timur.
Prestasi berlanjut melalui kategori pra-pemula dan pemula, menunjukkan potensi atlet muda semakin tersebar merata.
“Terima kasih kepada pelatih, orang tua, dan seluruh pihak yang terus mendukung pembinaan INKAI Luwu Timur,” katanya.
Capaian tersebut menunjukkan pembinaan tidak berhenti pada atlet remaja, tetapi menyentuh fondasi usia dini sejak dini.
Kejurda ini sekaligus memberi ruang evaluasi bagi pelatih untuk mengukur kesiapan atlet menghadapi kompetisi berikutnya.
Arman berharap prestasi itu memacu atlet lain agar berlatih lebih disiplin dan berani mengejar panggung lebih tinggi.(kin)



