JAEJA.id – Peringatan Maulid Nabi dan Wisuda Tahfidz digelar Pondok Pesantren Ittihad Al-Ummah Ussu, Rabu (30/9/2026).
Kegiatan berlangsung di Masjid Babul Ilmi, Jalan Poros Ussu, Desa Ussu, Kecamatan Malili, Luwu Timur pada Rabu sore.
Sekitar 500 peserta menghadiri kegiatan tersebut, terdiri atas santri, orang tua santri, serta sejumlah undangan dan tokoh.
Acara mengangkat tema meneladani akhlak Nabi, merajut persaudaraan, serta memuliakan manusia dalam kehidupan sehari-hari secara bersama.
Rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana kekeluargaan, sekaligus menjadi momentum bagi para santri menyelesaikan tahapan hafalan Al-Qur’an.
Acara diisi pembacaan ayat suci, sambutan, penampilan santri, penampilan wisudawan, serta prosesi wisuda dan penyerahan sahadah kepada peserta.
Sejumlah tokoh dan unsur pemerintahan turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Staf Ahli Bidang Hukum dan Pemerintahan Setdakab Luwu Timur Aswan Azis.
Anggota DPRD Luwu Timur Firman Udding, Kapolsek Malili Iptu Awaluddin, Kepala Desa Ussu Rahmat Aldin, Direktur Ma’had Aly As’adiyah Sengkang KH M Idman Salewe, serta Pimpinan Ponpes Ittihad Al-Ummah Ussu KH Suardi Ismail.
Kehadiran Kapolsek Malili bersama unsur lainnya menjadi bagian dari dukungan terhadap kegiatan keagamaan yang digelar masyarakat.
“Kegiatan ini juga mempererat silaturahmi antara kepolisian dengan tokoh agama, pengelola pesantren dan masyarakat,” ujar Iptu Awaluddin.
Dalam sambutan pemerintah daerah, Maulid diminta tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial keagamaan, tetapi menjadi momentum keteladanan.
“Peringatan ini menjadi momentum untuk kembali meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari,” ucap Aswan Azis membacakan sambutan Bupati Lutim.
Pesan itu juga menekankan peran pesantren membentuk generasi berpengetahuan agama, berakhlak, berintegritas, dan peduli sesama di masyarakat.
Sementara itu, hikmah Maulid menekankan pentingnya menyempurnakan akhlak serta menjaga hubungan dengan Allah dan sesama manusia secara berkelanjutan.



