JAEJA.ID – Dua kelompok pemuda dari Dusun Kau dan Saluborro sepakat berdamai setelah difasilitasi pemerintah daerah bersama kepolisian.
Kesepakatan itu tercapai dalam pertemuan di Aula Mapolres Luwu Timur, Kamis (29/10/2026), dengan melibatkan tokoh masyarakat setempat.
Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam, Kapolres AKBP Irwan Kurniadi, dan Camat Wotu Hasis Dawi memfasilitasi pertemuan tersebut.
Perwakilan Dusun Kau, Desa Lampenai, hadir bersama Kepala Desa Zaenal Bachrie, sedangkan pihak Saluborro diwakili tokoh masyarakat dan Kepala Desa Bawalipu Wahyuddin.
Polisi Luruskan Isu Pemicu Bentrokan
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat tidak lagi memperdebatkan kecelakaan lalu lintas yang disebut memicu bentrokan antarpemuda.
“Saya ingin kita semua memiliki persepsi yang sama, memiliki keinginan untuk mewujudkan satu kondisi, yakni perdamaian,” kata Bupati Irwan.
Kapolres Irwan Kurniadi menjelaskan, penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa lima saksi terkait kecelakaan tersebut.
Menurutnya, hasil pemeriksaan tidak membenarkan isu bahwa kendaraan korban sengaja ditendang hingga terjatuh dan tertabrak mobil boks.
“Dari olah TKP, ada bekas ban motor. Jadi tidak benar itu bahwa sebelum terjatuh, motor korban sengaja ditendang,” terang AKBP Irwan.
Ia meminta seluruh pihak menahan diri, menghindari provokasi, serta menghentikan tindakan saling membalas yang berpotensi memperpanjang konflik.
“Kalau bentrok terus seperti ini, menang jadi arang, kalah jadi arang. Tidak akan ada yang menang jika terus saling membalas,” tegasnya.
Jam Malam dan Razia Jadi Usulan
Pertemuan itu juga menyepakati pengaktifan kembali jam malam melalui kebijakan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur untuk mencegah gesekan berulang.
Tokoh masyarakat Bawalipu, Syaharuddin, menilai pembatasan aktivitas malam dapat mengurangi risiko perkumpulan pemuda yang berpotensi memicu masalah.
Ia juga meminta Satnarkoba Polres Luwu Timur mempertimbangkan tes urine bagi pelajar SMP dan SMA sebagai langkah pencegahan.
Kepala Dusun Kau, Bambang Suryajaya, turut meminta polisi merazia knalpot brong yang dinilai kerap memicu ketersinggungan antarpemuda.
Pertemuan ditutup dengan penandatanganan komitmen perdamaian, disertai kesepakatan bersama untuk mencegah bentrokan susulan.(kin)


